JawaPos Radar

Simpan 29 Kilo Ganja, Tukang Ojek Asal Pesisir Selatan Diringkus

08/08/2018, 18:49 WIB | Editor: Yusuf Asyari
Simpan 29 Kilo Ganja, Tukang Ojek Asal Pesisir Selatan Diringkus
Tukang ojek bandar ganja saat diamankan jajaran Ditres Narkoba Polda Sumbar, Rabu (8/8). (Riki Chandra/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Jajaran Ditres Narkoba Polda Sumatera Barat (Sumbar) kembali meringkus seorang bandar narkoba lintas provinsi. Kali ini, sebanyak 29 kilogram ganja kering siap edar berhasil disita dari tangan tersangka berinisial SC.

Direktur Resnarkoba Polda Sumbar Kombes Pol Kumbul KS mengatakan, penangkapan tersangka SC yang diketahui berprofesi sebagai tukang ojek, berawal dari pengembangan kasus penangkapan tersangka A yang diciduk petugas di depan Klinik Bersalin Rahma Bukittinggi pada Minggu (5/8) lalu.

Dari tangan A itu, petugas menyita sebanyak 3 kilogram ganja kering. "Setelah di interogasi petugas, tersangka A mengaku dapat barang dari tersangka SC," kata Kumbul KS saat menggelar konfrensi pers di Mapolda Sumbar, Rabu (8/8).

Lalu, petugas pun bergerak cepat mencaritahu keberadaan tersangka SC yang tercatat sebagai warga Kecamatan Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan. Senin (6/8), petugas pun berangkat menuju kediaman tersangka SC di Pesisir Selatan.

Awalnya, terang perwira tiga melati itu, petugas tidak menemukan BB dari tangan pelaku SC. Namun, setelah dilakukan penggeledahan, polisi menemukan 29 paket ganja kering yang sudah dibungkus rapi senilai Rp45 juta.

"Ganja itu ditemukan petugas dalam karung yang disimpan tersangka di bawah tempat tidurnya," kata Kumbul.

Kepada penyidik, tersangka SC ini mengaku, ganja tersebut berasal dari Aceh. Untuk sampai ke Sumbar, ganja itu dijemput menggunakan mobil rental. "Kata pelaku, ganja itu awalnya 50 kg. Tapi, sebagian sudah di edarkan di wilayah Jambi," jelas Kumbul.

Tersangka sendiri diduga menjadi bandar ganja. Sebab, setiap pelanggan hingga pengedar lain yang hendak memesan ganja, harus menjemput ke rumah tersangka SC. Rencananya, ganja tersebut akan di edarkan di wilayah Padang, Bukittinggi dan Pesisir Selatan.

"Tersangka SC ini pengedar partai besar. Pengakuannya, dia sendiri yang jemput ganja ke Aceh," tutur Kumbul.

Atas perbuatan itu, tersangka SC dijeray dengan Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 111 ayat (2) UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati.

"Kamis masih melakukan pengembangan terhadap jaringan bandar ganja ini," tutup Kumbul.

(rcc/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up