JawaPos Radar

Bunda, Ketahui 4 Mitos Seputar ASI dan MPASI Versi Dokter Anak

08/08/2018, 18:30 WIB | Editor: Nurul Adriyana Salbiah
mitos ibu menyusui, fakta asi, mitos mpasi, mpasi bayi,
Ilustrasi orang tua memberikan perhatian penuh soal ASI dan MPASI kepada buah hati. (Istimewa)
Share this image

JawaPos.com - Orang tua terutama ibu yang baru memiliki anak, biasanya memiliki banyak kekhawatiran dalam menangani bayi mereka. Terutama terkait dengan nutrisi. Tak sedikit juga yang masih belum paham soal ASI. Pemberian ASI eksklusif selama 6 (enam) bulan pertama dan dilanjutkan hingga 2 (dua) tahun, sangat direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Banyak ibu yang berjuang untuk dapat mengikuti rekomendasi ini. Namun, masih banyak mitos seputar menyusui dan mempersiapkan MP (Makanan Pendamping) ASI yang masih dipercaya sebagian orang. Sayangnya, di era digital ini banyak sekali mitos dan informasi di media sosial yang belum tentu bisa dipertanggungjawabkan secara medis. Selain itu, banyak juga informasi dan mitos yang diperoleh dari orang-orang terdekat.

Dokter Spesialis Anak dr. Yoga Devaera, Sp.A(K) mengatakan, di zaman modern ini, ternyata masih banyak orang yang percaya dengan mitos atau ‘kata orang dulu’, padahal belum tentu semuanya benar. Sekarang, informasi sangat mudah diakses melalui internet.

"Ketika mendapat nasihat dari orang lain, maka orang tua harus aktif untuk mengkonfirmasi dan mencari info yang benar. Percayai sumber informasi kredibel seperti dokter, organisasi terpercaya atau situs parenting, bukan hanya blog post atau unggahan media sosial tanpa sumber yang jelas," katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (8/8).

Mengenai mitos yang banyak beredar, dr. Yoga Devaera memberikan contoh kasus di mana salah satu pasiennya pernah bertanya apa benar setelah usia 6 (enam) bulan, bayi membutuhkan tambahan jenis susu lainnya. Tentu hal itu tidak benar.

"Memang setelah 6 (enam) bulan, bayi memerlukan tambahan energi, protein dan terutama zat besi karena ASI saja tidak mencukupi. Yang harus diberikan setelah 6 (enam) bulan bukan susu formula tetapi makanan padat atau MPASI yang mengandung zat dibutuhkan tadi," katanya.

Sedangkan Head of Philips Personal Health Indonesia Yongky Sentosa mengatakan kemajuan teknologi saat ini mendukung Ibu ASI. Salah satunya Philips Avent yang dilengkapi bantal pijat lembut dapat membantu menstimulasi ASI agar lebih lancar dan disertai dengan desain khusus sehingga mudah dipasang dan dibersihkan. Sedangkan Philips AVENT Natural bottle dengan desain dot lebar serta kelopak nyaman yang menyerupai payudara dapat membantu mengurangi bingung puting yang kerap dialami bayi.

Lalu apa saja sih mitos seputar ASI dan MPASI yang sering beredar, selama ini? Antara lain,

1. Mitos Ibu menyusui hanya boleh mengonsumsi makanan ‘hambar’

Benar, bahwa ibu menyusui harus memperhatikan apa yang ia makan, tetapi tidak berarti harus ada banyak pantangan. Ibu bisa memakan makanan yang mereka suka, selama tidak berpengaruh buruk ke kesehatan ibu (misalnya makanan yang dapat menyebabkan alergi). Bahkan, ada keuntungan tersendiri dari ibu yang tidak terlalu banyak pantangan ketika menyusui. Selain membuat Ibu senang karena bisa memakan beragam makanan dan mengurangi stress sehingga produksi ASI lebih lancar, si kecil nantinya tidak akan tumbuh menjadi anak yang pilih-pilih makanan, karena sudah diperkenalkan dengan berbagai rasa.

2. Mitos ibu harus berhenti menyusui ketika sedang sakit

Tidak menyusui selama sakit bukan berarti bayi tidak akan tertular penyakit ibu. Di saat ibu menyadari bahwa ia tidak sehat, si kecil kemungkinan sudah mulai terpapar dengan virus atau bakteri penyebab infeksi. Malahan, menyusui ketika sedang sakit akan memberikan antibodi pelindung yang akan menjaga bayi tetap sehat.

3. Mitos setelah kembali bekerja, Ibu harus menyapih bayinya

Tentunya hal ini tidak benar. Jika ibu berkomitmen untuk memerah ASI, dia tetap bisa memberikan ASI bagi si kecil selama yang dia inginkan. Ibu bisa memerah dua hingga tiga jam sekali di sela pekerjaan. Ibu tetap menyusui di pagi hari sebelum berangkat dan di malam hari. Hal ini akan menjaga produksi ASI ibu tidak berkurang setelah kembali bekerja. Jangan lupa mulai menabung ASI sebelum masa cuti berakhir.

4. Mitos MPASI harus terdiri dari banyak buah dan sayur saja

Selain karbohidrat bayi juga membutuhkan tambahan protein dan terutama zat besi dari makanannya. Zat besi sangat penting untuk kecerdasannya. Zat besi pada sayuran hijau mempunyai penyerapan yang buruk sedangkan zat besi dalam daging merah mempunyai penyerapan yang baik. Apabila si kecil hanya diberikan buah dan tim sayur, makin lama si kecil makin kekurangan zat besi dan protein. Ibu tidak perlu khawatir pada usia 6 (enam) bulan saluran cerna bayi sudah siap mencerna sumber protein hewani. Jadi, pastikan MPASI mengandung sumber protein hewani dan sumber zat besi seperti daging merah atau ati ayam.

(ika/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up