JawaPos Radar

Nyaleg, Begini Nasib Mantan Napi Korupsi dan Mantan Wali Kota Jakbar

09/08/2018, 05:10 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Nyaleg, Begini Nasib Mantan Napi Korupsi dan Mantan Wali Kota Jakbar
Wakil Ketua DPRD DKI M Taufik. (Yesika Dinta/ JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta memutuskan 39 bakal calon legislatif (bacaleg) tidak lolos menjadi daftar calon sementara (DCS) untuk Pileg 2019. Puluhan orang tersebut diusung oleh tiga partai yang berbeda.

Komisioner KPU DKI Jakarta Nurdin tidak merincikan nama-nama yang gagal menjadi caleg itu. Namun, dirinya membocorkan satu orang dari Partai Gerindra tidak lolos karena terbentur PKPU 20/2018 tentang larangan mantan narapidana korupsi mencalonkan diri. Dia adalah Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta M Taufik.

“(Yang tidak lolos) PKPI 20 orang, Partai Garuda 18 orang, dan Partai Gerindra 1 orang,” ujarnya saat dihubungi JawaPos.com, Rabu (8/8).

Nyaleg, Begini Nasib Mantan Napi Korupsi dan Mantan Wali Kota Jakbar
Mantan Wali Kota Jakarta Barat Anas Effendi. (Istimewa)

Berbeda nasib dengan Taufik, mantan Wali Kota Jakarta Barat Anas Effendi dipastikan lolos menjadi DCS. Anas telah mengajukan surat pengunduran diri dari pegawai negeri sipil (PNS) demi menjadi anggota dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) DKI Jakarta.

“Beliau melampirkan surat pengajuan pengunduran diri, tanda terima dan suratnya sedang diproses. Nanti H-1 menjelang DCT (daftar calon tetap), yang bersangkutan harus memberikan surat pengunduran dirinya,” tutur Nurdin.

Sebelumnya, Anas diberi status belum memenuhi syarat (BMS) karena mengaku pensiunan PNS namun tidak menyertakan surat keputusan (SK) pensiunnya.

“Masih BMS, karena kalau dilihat dari dari data yang bersangkutan di e-KTP adalah PNS dengan usia 59 tahun. Tapi di BB1 dan BB2-nya yang bersangkutan sebagai pensiunan PNS. Oleh karenanya kami akan klarifikasi dengan meminta SK pensiun,” jelas Nurdin.

Sebagai informasi, Anas mendadak dipensiunkan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan setelah empat tahun menjabat sebagai Wali Kota Jakarta Barat. Dirinya tidak mendapat tugas baru setelah dilakukan pencopotan kemudian membanting setir menjadi caleg DPRD DKI.

Anas Effendi pernah menjabat sebagai Wali Kota Jakarta Selatan sejak 25 November 2011-14 Februari 2013, Wakil Wali Kota Jakarta Selatan sejak 6 November 2008-25 November 2011, dan Sekretaris Kota Jakarta Selatan sejak 28 Desember 2006-6 November 2008. 

(yes/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up