JawaPos Radar

BPBD Riau Kirim Bantuan Logistik untuk Korban Puting Beliung

08/08/2018, 18:15 WIB | Editor: Budi Warsito
BPBD Riau Kirim Bantuan Logistik untuk Korban Puting Beliung
BPBD Riau Salurkan bantuan untuk korban puting beliung di Desa Muktisari, Kecamatan Tapung, Kampar, Riau, pada Rabu (8/8). (Dok.BPBD Riau)
Share this image

JawaPos.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau mengirim bantuan logistik untuk korban bencana puting beliung di Desa Muktisari, Kecamatan Tapung, Kampar, Riau, Rabu (8/8).

Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Riau, Jim Gafur mengatakan, bantuan yang diberikan berupa makanan, selimut, obat-obatan maupun perlengkapan sekolah.

"Komunikasi kita dengan petugas setempat, bantuan ini yang sekarang sangat dibutuhkan oleh masyarakat pasca bencana puting beliung," ujar Jim, Rabu (8/8).

BPBD Riau Kirim Bantuan Logistik untuk Korban Puting Beliung
BPBD Riau Salurkan bantuan untuk korban puting beliung di Desa Muktisari, Kecamatan Tapung, Kampar, Riau, pada Rabu (8/8). (Dok.BPBD Riau)

Dirincikan Jim, adapun bantuan yang dikirim, berupa 36 paket makanan siap saji; 25 karung beras; sarden; makanan bayi; hingga makanan tambahan gizi. Selain itu, juga ada 30 lembar matras; 20 selimut dan kasur lipat; lampu tenaga surya; 25 paket perlengkapan sekolah; 10 tenda gulung; hingga perlengkapan bayi.

Untuk diketahui, bencana puting beliung ini terjadi di Desa Muktisari, Kecamatan Tapung, Kampar, Riau pada Senin (6/8) malam lalu. Setidaknya, 25 unit rumah milik warga dan tiga gedung sekolah mengalami kerusakan.

Adapun tiga sekolah yang mengalami kerusakan yang cukup parah diantaranya, tiga lokal dan satu rumah penjaga sekolah di SD Negeri 01 Muktisari. Kerusakan seperti atap yang copot akibat diterjang angin.

Kerusakan yang sama juga terjadi di empat lokal di SMP Negeri 005 Muktisari, dan dua lokal di SD Negeri 027. "Meskipun kondisi bangunan sekolah rusak, kita dapat informasi kegiatan belajar dan mengajar masih tetap berlangsung," sebutnya.

Dalam bencana ini, tidak ada korban jiwa. Sementara itu, kerugian materil belum dapat ditaksir. Masyarakat juga tak ada yang mengungsi. Begitu pula dengan kegiatan sekolah masih berjalan seperti biasa.

(ica/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up