JawaPos Radar

Siswa SMP Pengedar Sabu di Makassar Diserahkan ke P2TP2A

08/08/2018, 18:05 WIB | Editor: Budi Warsito
Siswa SMP Pengedar Sabu di Makassar Diserahkan ke P2TP2A
Kasat Narkoba Polrestabes Makassar, Kompol Diari Estetika saat memberikan keterangan terkait perkembangan kasus narkoba libatkan siswa SMP, di Mako Polrestabes Makassar, Rabu (8/8). (Sahrul Ramadhan/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Polrestabes Makassar, menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara, AR, 16 tahun, bocah SMP yang merupakan terduga pelaku pengedar sabu ke Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Pemerintah Kota Makassar.

Siswa yang masih duduk dibangku kelas II SMP itu, sebelumnya ditangkap Polisi di Jalan Pannampu, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Senin (6/8) kemarin. Dia diringkus ketika diduga hendak menjual narkotika jenis sabu.

Dihadapan polisi, AR mengaku memperoleh sabu itu dari seorang rekannya berinisial R alias CI yang diketahui masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Paket sabu, rencananya hendak dijual seharga Rp 200 ribu dan hasilnya akan dibagi dua.

Siswa SMP Pengedar Sabu di Makassar Diserahkan ke P2TP2A
Barang bukti narkoba jenis sabu yang disita dari tangan tersangka. (Sahrul Ramadhan/JawaPos.com)

Kasat Narkoba Polrestabes Makassar, Kompol Diari Estrtika mengungkapkan, AR sementara ini dititipkan ke pihak P2TP2A guna menjalani proses bimbingan mental.

"Jadi sementara dititipkan disana, karena Polres maupun Polsek tidak mempunyai sel khusus untuk anak. Psikolog yang siapkan dari P2TP2A itu, kalau kami cuman minta didampingi oleh Bapas," terang Diari di Mako Polrestabes Makassar, Jalan Ahmad Yani, Rabu (8/8).

Bapas dijelaskan Diari, bertugas untuk menilai sejauh mana peran terduga pelaku dalam jejaring peredaran barang haram tersebut. "Jadi Bapaslah nati yang akan menilai seperti apa nantinya. Karena memang tugasnya menangani apabila ada anak bermasalah dengan hukum (ABH)," jelasnya.

Kendati begitu, proses hukum terhadap AR dipastikan akan tetap berjalan sesuai dengan prosedur dan ketentuan Undang-IUndang narkotika. "Tapi mulai dari penyidikan, penuntutan sampai persidangan itu akan ada dalam sistem peradilan anak, jadi sementara kita titip lebih bagus sembari kita dalami lainnya," terangnya.

Sementara untuk rekannya R, yang merupakan bocah SD masih dalam proses pengejaran. Pihaknya masih melakukan pengembangan usai mendatangi rumah R. Namun, saat digrebek pelaku sedang tidak berada di rumah.

"Menurut keterangan orang tuanya R tidak berada di rumah, jadi anggota bersama orang tuanya masih melakukan pencarian. Sementara pelaku AR dan R merupakan teman bermain," pungkasnya.

(rul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up