JawaPos Radar

Ekonomi Melesat di Kuartal II-2018, Beberapa Sektor Alami Perlambatan

08/08/2018, 17:40 WIB | Editor: Saugi Riyandi
Ekonomi Melesat di Kuartal II-2018, Beberapa Sektor Alami Perlambatan
ekonomi RI melesat di kuartal II-2018 (Dok. JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang kuartal II-2018 melesat 5,27 persen jauh lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya yang hanya mampu tumbuh 5,06 persen. Sayangnya, hal tersebut tak diimbangi dengan pertumbuhan sektor jasa pada kuartal II-2018.

Pada kuartal II-2018, pertumbuhan sektor jasa mencapai 5,83 persen (yoy) atau 2,13 persen (mom). Terdapat sejumlah kebijakan yang dapat dilakukan agar dapat mendorong sektor jasa lebih optimal.

Policy Analyst dari Indonesia Services Dialogue, Muhammad Syarif Hidayatullah mengatakan selama delapan tahun terakhir, sektor jasa rata-rata tumbuh 7,11 persen per tahun, dengan kontribusi pada 2017 mencapai 54 persen dari PDB. Hal ini menunjukkan bahwa pengaruh sektor jasa terhadap perekonomian nasional semakin besar.

"Data BPS menunjukkan bahwa sektor jasa mengalami perlambatan pertumbuhan pada kuartal II-2018, sebagai perbandingan pada kuartal I-2018 pertumbuhan sektor jasa mencapai 6,14 persen (yoy)," ujarnya di Jakarta, Rabu (8/8).

Kontributor terbesar sektor jasa adalah sub sektor perdagangan besar dan eceran yang mencapai 26 persen, berikutnya adalah sub-sektor konstruksi yang mencapai 19,94 persen. Pada kuartal II-2018, pertumbuhan sub-sektor tertinggi berasal dari sub-sektor jasa lainnya dan jasa perusahaan yang berturut-turut tumbuh sebesar 9,22 dan 8,89 persen.

"Kedua sub sektor tersebut tumbuh relatif pesat, sebagai perbandingan selama delapan tahun terakhir rata-rata kedua sektor tersebut tumbuh 8,54 dan 9,29 persen per tahunnya," tegasnya.

Dia menambahkan pemerintah perlu memperhatikan sejumlah sektor yang mengalami perlambatan pada kuartal II-2018, seperti sub-sektor konstruksi dan sub-sektor informasi dan komunikasi yang berturut-turut tumbuh sebesar 5,73 persen dan 6,06 persen (yoy).

"Angka tersebut turun apabila dibandingkan dengan kuartal I-2018 yang berturut-turut mencapai 7,53 dan 8,52 persen (yoy)," jelas Syarif.

(uji/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up