JawaPos Radar

Siswa SMA Bojonegoro Diajarkan Proses Industrialisasi Migas

08/08/2018, 17:05 WIB | Editor: Budi Warsito
Siswa SMA Bojonegoro Diajarkan Proses Industrialisasi Migas
Adhitia Pramidhita perwakilan dari ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) memaparkan proses industrialisasi minyak dan gas. (Yudi Handoyo/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Antusiasme siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Islam Nurul Ulum, Desa/Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur (Jatim) untuk mengetahui proses industrialisasi minyak dan gas (Migas) cukup tinggi. Beberapa pertanyaan dilontarkan siswa dalam kegiatan Belajar Energi Migas yang dilakukan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL).

Salah seorang siswa, Alfin Huda misalnya. Pelajar asal Desa/Kecamatan Gayam itu menanyakan energi terbarukan setelah mendapat penjelasan materi dari Perwakilan EMCL, Adhitia Pramidhita. Dia menanyakan langsung bagaimana generasi selanjutnya dalam menikmati hasil bumi yang tidak bisa diperbarui tersebut.

Rasa penasarannya itu, muncul setelah mendapat pemaparan tentang energi migas merupakan salah satu energi yang tidak bisa diperbarui. Sementara kebutuhan energi saat ini terus mengalami kenaikan dan kebutuhannya cukup tinggi.

Siswa SMA Bojonegoro Diajarkan Proses Industrialisasi Migas
Adhitia Pramidhita perwakilan dari ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) memaparkan proses industrialisasi minyak dan gas. (Yudi Handoyo/JawaPos.com)

Adhitia Pramidhita menjelaskan, saat ini kebutuhan energi negeri sebesar kurang lebih 250 juta tonnes setara minyak. Meningkatnya jumlah energi dalam negeri ini untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, transportasi, dan lain sebagainya.

"Jumlah tersebut dihitung dari jumlah rata-rata kebutuhan masyarakat di Indonesia, sekitar 6,5 liter perhari perorang," ujar Adhitia, Rabu (8/8).

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, maka pemerintah terus melakukan pencarian kandungan migas yang terbentuk dari fosil. Selain itu, pemerintah saat ini juga masih melakukan impor minyak dari negara lain. "Cadangan migas ini terus dicari agar bisa memenuhi kebutuhan energi dalam negeri kedepan," terangnya.

Belajar Energi Migas yang dilakukan operator lapangan minyak dan gas bumi (migas) Banyu Urip, Blok Cepu bekerjasama dengan Yayasan Kampung Ilmu Bojonegoro (YKIB), Desa Korgan, Kecamatan Purwosari, Bojonegoro. Kegiatan tersebut dilakukan, untuk memberi ruang pengetahuan bagi siswa yang dekat dengan lokasi pengeboran.

Selain belajar tentang energi migas, sekitar 60 siswa dari kelas X-XII SMA Islam Nurul Ulum itu juga mendapat penjelasan tentang proses pengeboran dari awal hingga produksi, tantangan dalam industri migas, serta belajar tentang jurnalistik dari YKIB di akhir sesi.

Sementara belajar Jurnalistik disampaikan oleh Dedi Mahdi salah satu jurnalis TV nasional. Salah satu bentuk kegiatan jurnalistik bagi siswa diantaranya bisa dituangkan dalam majalah sekolah, majalah dinding (Mading) maupun media sosial.

(yud/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up