JawaPos Radar

Gempa Lombok, RSUP Dr. Kariadi Kirimkan Tim Medis dan Logistik

08/08/2018, 17:00 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Gempa di Lombok
Tim medis yang terdiri dari sejumlah dokter spesialis, siap diterbangkan ke Lombok.  (Tunggul Kumoro/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Pasca-peristiwa bencana gempa bumi berkekuatan 7 skala Richter yang melanda Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (5/8) malam lalu, pihak RSUP Dr Kariadi turut membantu para korban yang ada di sana. Bantuan berupa logistik dan tim medis diberangkatkan Rabu (8/8) siang ini.

Direktur Utama RSUP Dr Kariadi, Agus Suryanto mengungkap, ada sebanyak 17 orang tergabung dalam tim medis siaga bencana yang dikirim ke Lombok. Mereka bertolak ke lokasi terdampak melalui jalur udara dari Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang.

Ia berharap, timnya mampu bekerjasama dengan tim penanggulangan bencana yang sudah terlebih dahulu standby di Lombok.

Gempa di Lombok
Dirut RSUP Dr Kariadi, Agus Suryanto saat melepaskan tim medis yang hari ini terbang ke Lombok. (Tunggul Kumoro/JawaPos.com)

"Mereka nantinya ditempatkan di lapangan untuk bersentuhan langsung dengan para korban. Ada pula yang disiagakan di rumah sakit terdekat," katanya saat melepas rombongan tim medisnya ke Lombok, di Instalasi Gawat Darurat RSUP Dr Kariadi, Rabu (8/8).

Diterangkan Agus, tim medis kirimannya turut serta membawa perlengkapan logistik untuk kepentingan warga terdampak bencana. Ini merupakan gelombang bantuan pertama, dan menurut Agus, akan ada lagi rombongan-rombongan lain yang terbang ke Lombok.

"Mereka akan bergabung dengan Dinkes (Dinas Kesehatan) setempat. Mereka kita tugaskan di sana seminggu. Tapi jika dibutuhkan lebih lama, maka bisa saja diperpanjang lagi," sambungnya.

Di saat bersamaan, Ketua Tim Penanggulangan Bencana RSUP Dr Kariadi, Uva Panji Utama menjabarkan bahwa tim medis yang diterbangkan ke Lombok terdiri dari dokter bedah, dokter anestesi, para perawat dan dokter IGD. 

Dikatakannya, anggota paramedis yang dikirimkan adalah tim medis solid dan terlatih saat ditempatkan di lokasi bencana. Namun demikian, mereka harus tinggal di tenda mengingat kondisi bangunan di sana masih rawan ambruk.

"Tapi kita juga bawa alat lengkap. Macam alat bedah dan alat stabilisasi untuk merujuk pasien ke rumah sakit yang lebih besar," tuturnya.

(gul/JPC)

Alur Cerita Berita

Mewujudkan Mitigasi lewat Tata Ruang 08/08/2018, 17:00 WIB
Gempa, Konstruksi, dan Edukasi 08/08/2018, 17:00 WIB
Unhas Kirim Tim Medis ke Lombok 08/08/2018, 17:00 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up