JawaPos Radar

Mesin Mati di Tengah Rel, Avanza Dihantam Kereta Api, Penumpang Trauma

08/08/2018, 16:39 WIB | Editor: Yusuf Asyari
Mesin Mati di Tengah Rel, Avanza Dihantam Kereta Api, Penumpang Trauma
Kondisi Avanza usai dihantam kereta api di kawasan Simpang Jambak, Nagari Balah Hilir, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar), Rabu (8/8). (Riki Chandra/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Sebuah mobil mini bus dihantam kereta api saat melintasi rel di kawasan Simpang Jambak, Nagari Balah Hilir, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar), Rabu (8/8). Beruntung, supir dan tiga penumpang selamat.

Akibat peristiwa ini, bagian depan dan samping kiri belakang mobil Avanza bercat hitam dengan Nopol BA 1541 B, hancur. Dua korban mengalami luka lecet dan trauma.

Kapolres Padang Pariaman, AKBP Rizki Nugroho mengatakan, kecelakaan kereta api vs mini bus terjadi sekitar pukul 09.30. Saat itu, mobil yang dikemudikan Supra Yogi, 44, warga Payakumbuh hendak melintasi rel kereta api Simpang Jambak, Balah Hilir, Kecamatan Lubuk Alung.

Tiba-tiba, datang kereta api dari arah Padang menuju Pariaman. Seketika itu, mobil dihantam kereta dan terseret hingga 5 meter. "Sopir ini sudah diteriaki saksi dari balik rel kalau kereta api sudah mendekat, tapi tidak diindahkan," kata Rizki Nugroho.

Saat kejadian, terang Rizki, posisi ban mobil sudah berada di tengah rel. Namun, mesin mobil tiba-tiba mati dan tidak bisa dinyalakan. "Yang kena tabrak itu bagian depan sebelah kiri mobil dan samping belakang. Beruntung supir dan penumpang selamat," terang Kapolres.

Meski begitu, terang Rizki, ada dua penumpang yang sempat setengah pingsan dan shock saat kejadian. Namun, keduanya sudah mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Lubuk Alung.

Atas kejadian itu, nilai kerusakan bagian depan mobil ditaksir menelan kerugian Rp50 juta. Pengemudi sendiri dijerat Pasal 310 Ayat 2 UU Nomor 22 Tahun 2009. Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor yang karena kelalaiannya mengakibatkan kecelakaan lalin diancam pidana paling lama 6 bulan denda paling banyak Rp1 juta.

"Mobil sudah kita amankan di Mapolsek Lubuk Alung untuk proses selanjutnya," terang Rizki.

(rcc/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up