JawaPos Radar

Anggota Polsek Tenggilis Mejoyo Diduga Edarkan Sabu

08/08/2018, 16:03 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Polisi Pengedar Sabu
ILUSTRASI: Polri (Dok. JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Citra Korps Bhayangkara kembali tercoreng gara-gara sabu. Setelah AKBP Hartono ditangkap di Bandara Soekarno Hatta karena kedapatan membawa serbuk haram, kini seorang oknum polisi di Surabaya juga diringkus.

Polisi tersebut diketahui bernama Brigadir Angga. Sehari-hari dia berdinas di Polsek Tenggilis Mejoyo, Surabaya. Dia ditangkap sekitar dua minggu lalu. Namun informasinya baru sampai ke telinga awak media.

Informasi yang dihimpun dari sumber internal JawaPos.com di kepolisian, Angga berstatus sebagai pengedar. Selain Angga, polisi juga meringkus dua orang lainnya. Masing-masing berinisial H dan D.

Polisi Pengedar Sabu
ILUSTRASI: Tahanan. (Dok. JawaPos.com)

Ketiganya ditangkap Unit Idik I Satreskoba Polrestabes Surabaya. "H dan D statusnya pengguna. Mereka pesan barang ke Angga," sebut sumber tersebut, Rabu (8/8).

Awalnya, polisi menangkap D dengan barang bukti sisa sabu-sabu dengan berat 0,4 gram. Kemudian polisi menelusuri asal muasal sabu-sabu di handphone D. Dari sana, ditemukan fakta bahwa D membelinya dari Angga.

Sumber menjelaskan, di handphone terdapat percakapan bahwa H dan D memesan sabu-sabu ke Angga. "Intinya kedua orang (H dan D) ini tanya ada barang atau enggak. Angga bilang ada," jelasnya.

Setelah itu, Angga membawa sabu-sabu kepada H dan D. Ketiganya lalu nyabu bareng. "Angga memang sudah terkenal memakai dari dulu. Sekarang malah jadi pengedar," tambah sumber.

Dikonfirmasi secara terpisah, Kapolrestabes Surabaya membenarkan kasus yang menjerat anak buahnya tersebut. Bahkan, Rudi menjelaskan bahwa dirinya sudah bertemu dengan keluarga pelaku.

"Itu (penangkapan, Red) sudah lama, sudah dua minggu. Mungkin baru nyampai ke kalian (wartawan) hari ini. Orang tuanya sempat ketemu saya, minta agar anaknya bisa terbebas dari narkoba," tegas Rudi.

Namun Rudi membantah bila Angga adalah pengedar. Saat ini, Angga masih menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut.

Alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) 1993 itu menegaskan, penanganan kasus ini akan transparan. Tidak akan ada yang ditutup-tutupi. Akan ada sanksi tegas yang akan dijatuhkan.

Saat ditanya apakah sanksi itu berupa PTDH (Pemberhentian Tidak Dengan Hormat), Rudi mengaku masih menunggu proses pemeriksaan Propam. "Sanksi tegas jelas akan diberikan. Nanti saya cek dulu proses penanganan kasusnya sudah jalan seperti apa," ujar Rudi.

(did/ce1/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up