JawaPos Radar

Prostitusikan Anak Lewat Internet, Ibu di Jerman Dipenjara 12,5 Tahun

08/08/2018, 15:31 WIB | Editor: Dhimas Ginanjar
Prostitusikan Anak Lewat Internet, Ibu di Jerman Dipenjara 12,5 Tahun
Ibu yang prostitusikan anaknya di Jerman (Picture Alliance/dpa/P. Saeger)
Share this

Seorang perempuan di Jerman dan pacarnya dipenjara karena telah memprostitusikan anak lelakinya sendiri yang berusia sembilan tahun kepada para pedofil yang mereka temukan di internet.

Pihak investigator mengatakan ini adalah kasus pelecehan anak paling mengerikan yang pernah mereka lihat.

Ibu itu menjajakan putranya yang berusia sembilan tahun di darknet untuk melakukan seks dengan imbalan uang.

Para tersangka utama beroperasi di luar kota Staufen, dekat kota Freiburg. Pasangan yang disebut sebagai Berrin T. dan Christian L. ini mengaku tidak hanya menjual korban kepada banyak pria tetapi mereka sendiri juga melakukan pelecehan terhadap korban.

Perempuan berusia 48 tahun ini divonis 12,5 tahun penjara akibat kejahatannya itu.

Berrin T dan pacarnya dikenakan hampir 60 pasal termasuk pelacuran paksa, intimidasi lisan, pelecehan, penghinaan ekstrem, perbudakan dan pemerkosaan.

Mencengangkan publik

Penyidik mengatakan pasangan itu mengizinkan sejumlah pria asing dan lokal yang mereka temukan di darknet untuk memperkosa dan melecehkan anak berusia sembilan tahun ini selama periode dua tahun dengan imbalan ribuan euro.

Rekaman video dari tindak kejahatan itu juga diperdagangkan secara daring, beberapa diantaranya menunjukkan bocah laki-laki bertopeng dan diikat.

Sang ibu diketahui memiliki tingkat empati rendah

Polisi berhasil mengungkap kasus lingkaran pedofilia ini pada September 2017 setelah menerima informasi dari pihak yang tidak ingin disebutkan.

Selain Berrin T dan pacarnya, polisi juga menangkap tiga pria berkebangsaan Jerman, satu orang Swiss dan satu pria Spanyol dan dihukum penjara dengan kisaran delapan hingga sepuluh tahun.

Jaksa sebelumnya menuntut hukuman 14,5 tahun penjara bagi sang ibu dan 13,5 tahun bagi pacarnya.

Dalam pengakuannya, Christian L mengatakan dia adalah otak kejahatan tersebut. Sang ibu, Berrin T, hanya bersaksi secara tertutup di pengadilan. Namun para pengamat yang dikutip dari kantor berita dpa mengatakan dia tidak menjelaskan mengapa ia begitu saja membolehkan putranya dilecehkan.

Psikiatri Hartmut Pleines mengatakan kepada pengadilan kalau sang ibu memiliki kapasitas yang terbelakang terkait dengan empati. Ia juga menambahkan bahwa tidak mungkin kalau sang ibu dipaksa oleh pasangannya untuk melakukan kejahatan tersebut.

Ada banyak kelalaian

Hakim ketua Stefan Bürgelin mengatakan alasan sang ibu untuk turut berpartisipasi dalam pelecehan anaknya sendiri ini adalah untuk memastikan kalau pacar barunya tidak meninggalkannya. Kemudian motif ekonomi mengambil alih dan pasangan itu meraup ribuan euro hasil dari menjajakan sang bocah kepada para pedofil.

Kasus pelecehan seksual di Staufen dan detil yang terungkap di pengadilan ini telah mengagetkan para penyidik dan publik Jerman. Banyak juga pertanyaan mengenai pihak berwenang yang dianggap gagal melindungi bocah itu.

Dari penyelidikan terungkap adanya kesalahan sistem pengadilan yang akhirnya memungkinkan si bocah hidup bersama dengan Christian L, yang merupakan mantan terpidana kasus pedofilia.

Sebelumnya pada Maret 2017, kantor kesejahteraan pemuda setempat telah mengambil alih hak pengasuhan atas bocah itu, ketika diketahui Christian L yang notabene telah dikenai larangan kontak dengan anak, tinggal di rumah yang sama.

Namun ibu sang bocah pergi ke pengadilan dan berhasil membawa pulang kembali anaknya. Pengadilan tampaknya telah lalai mewawancarai anak itu dan kenyataan bahwa Christian L terus hidup bersamanya pun luput dari perhatian petugas.

Selain itu, ketika pihak sekolah melaporkan adanya kemungkinan pelecehan terhadap sang bocah, pihak berwenang menganggap laporan itu terlalu lemah dan tidak menindaklanjutinya. Anak yang kini berusia 10 ini sekarang tahun tinggal bersama keluarga angkatnya. Pengacaranya mengatakan kalau dia "baik-baik saja mengingat apa yang telah terjadi."

Darknet mengacu kepada bagian tersembunyi dari internet yang hanya bisa diakses oleh perangkat lunak khusus dan tidak bisa ditemukan di mesin pencari utama seperti Yahoo dan Google. Tempat ini sering diasosiasikan dengan transaksi bisnis remang-remang, namun sering juga digunakan untuk keperluan lain. Dokumen yang sangat sensitif disalurkan ke WikiLeaks melalui darknet, dan whistleblower NSA Edward Snowden dikatakan telah menggunakannya untuk menghubungi wartawan.

(dpa, AFP)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up