JawaPos Radar

Jokowi: Serbuan Jutaan TKA Tiongkok di Morowali, Hoax

08/08/2018, 15:20 WIB | Editor: Estu Suryowati
Jokowi: Serbuan Jutaan TKA Tiongkok di Morowali, Hoax
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko didampingi Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri. (Ridwan/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Isu diserbunya kawasan industri Morowali, Sulawesi Tengah oleh tenaga kerja asing (TKA) asal Tiongkok kembali mencuat. Sakin santernya kabar tersebut, membuat DPR, Pemerintah dan beberapa wartawan lokal menggelar investigasi memastikan kabar tersebut.

Melalui akun twitter resminya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan serbuan TKA Tiongkok di Morowali adalah kabar bohong. Menurutnya, prosentase TKA di Morowali hanya 10,9 persen dari seluruh tenaga kerja yang ada. Selain itu standar upah pun juga tidak menyalahi aturan.

"Tidak benar ada serbuan jutaan TKA dari Tiongkok di Morowali, Sulawesi Tengah. Jumlah TKA di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park ada 3.121 orang, pekerja lokal 25.447 orang. Jadi, jumlah TKA hanya 10,9 persen seluruh pekerja. Standar gaji TKA dan TKI di sana pun sama belaka," tulis Jokowi.

Senada dengan Presiden, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Hanif Dhakiri menegaskan isu serbuan TKA yang bekerja di kawasan industri Morowali telah selesai. Hasil penyelidikan tim di lokasi tidak ditemukan bukti kebenaran berita itu.

Kepastian itu diberikan Hanif usai mengikuti video conference di gedung Bina Graha Kantor Staf Presiden Jakarta, Selasa (7/8). Dalam kesempatan itu dibahas terkait TKA di Morowali, sekaligus rapat koordinasi penanganan isu TKA yang bekerja di kawasan industri tersebut.

Dari perbandingan jumlah TKA dan TKI yang dipaparkan oleh Jokowi, maka dapat disimpulkan situasi industri di sana berjalan normal. Sehingga tidak perlu dirisaukan oleh publik.

"Itu artinya kawasan Industri di Morowali membuka perluasan kesempatan kerja untuk TKI sekaligus juga memberikan kesempatan untuk transfer pengetahuan dan teknologi. Sehingga, TKI bisa memiliki kompetensi lebih baik," ujar Hanif.

Sementara Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko meminta isu TKA ini tidak dimanfaatkan oleh sejumlah pihak terutama untuk kepentingan politik. Langkah itu disebutnya tidak melambangkan sikap kenegarawanan.

"Kalau itu yang terjadi tak akan selesai. Isu ini akan berkembang terus. Sangat tidak bijaksana jika ini dikembangkan terus," ungkap Moeldoko.

Jenderal Purnawirawan TNI itu mengatakan, masyarakat diminta tidak risau apalagi terprovokasi dengan kabar bohong ini. Sebab sudah dipastikan kebenarannya jika situasi kerja di Morowali berjalan normal.

Meski demikian Mantan Panglima TNI itu tidak menampik jika ada TKA ilegal, namun jumlahnya hanya segelintir orang saja. Para pekerja gelap ini juga sudah diberi tindakan tegas oleh pemerintah.

"Mungkin ada ilegal, tapi 1-2 tertangkap, dipenjara atau dipulangkan. Maknanya, kami tegas terhadap pelanggaran itu. Tidak kami biarkan, karena Menaker telah menyiapkan tim pengawas," tegas Moeldoko.

(sat/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up