JawaPos Radar

Gua Baru di Tuban Sepanjang 226 Meter

08/08/2018, 15:03 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Gua di Tuban
Gua baru di Desa Jadi, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Jawa Timur (Jatim). (Istimewa)
Share this

JawaPos.com - Gua baru ditemukan di Desa Jadi, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Jawa Timur (Jatim). Asosiasi Wisata Gua Indonesia (Astaga) bersama Mahasiswa Pecinta Alam (Mahipal) Universitas Ronggolawe (Unirow) Tuban lantas melakukan penelusuran serta observasi gua.

Kini proses penelusuran dan observasi telah selesai. Hasilnya diketahui, panjang gua secara keseluruhan mencapai 226 meter. Akan tetapi jika diukur secara datar panjangnya sekitar 214 meter.

"Dari gua sepanjang itu, kami bagi dalam 18 station. Untuk lubangan akibat bekas proses tambang itu berada di station 7," ujar perwakilan tim ahli Astaga Komisariat Daerah Jatim Nafikurrohman dalam keterangannya, Rabu (8/8).

Bila diukur dari station tujuh atau titik lubang yang ditemukan saat ini, panjang gua ke Timur Laut atau ke arah station nol mencapai 101 meter. Sedangkan dari station tujuh ke Barat Daya atau mengarah ke station 18 memiliki panjang sekitar 125 meter.

Kedalaman gua dari permukaan tanah tambang jika dilihat secara rata mencapai 32 meter. Ketinggian atap gua sampai lantai dasar gua mencapai 11 meter dan terendah 0,5 meter. Ada pula yang ketinggiannya 2 meter.

"Memang variatif. Tapi penentuan ukuran ini sudah sesuai aturan dan menggunakan rumus cartesius," tutur pria yang ikut menyusun standar kompetensi pemandu wisata gua itu.

Dari keseluruhan 18 station, lebar gua yang paling besar mencapai 18,3 meter. Letaknya di station 11. Sementara paling sempit sekitar 1,7 meter dan terletak di stasion 15.

Secara keseluruhan ada 18 station. Cara menentukan station sendiri ketika ada perubahan lorong, perubahan bentuk atau arah, perubahan sudut kemiringan, penemuan-penemuan penting seperti mata air atau ornamen atau ketemu sungai. Sedangkan jarak maksimal 30 meter per station.

"Kami berharap peta ini bermanfaat untuk masyarakat. Agar mereka tahu bahwa di sekelilingnya lahan lokasi tambang ada gua. Yang penting ini untuk pengetahuan dan keselamatan bagi masyarakat sekitar," tuturnya.

Apabila tidak dipetakan ke mana arah gua, dikhawatirkan dapat mengancam keselamatan aktivitas tambang. Karena saat dianalisa, ada beberapa station yang di atasnya terdapat aktivitas tambang. Jika tambang diteruskan maka, tidak menutup kemungkinan akan muncul lubang baru.

"Semisal saja di station 0, di lokasi itu sudah terdengar suara gergaji mesin. Tapi untuk data lengkapnya ditunggu. Karena kami besok akan memetakan arah gua dari permukaan. Salah satunya mengukur kepastian ke mana arah gua tersebut membentang. Jika bentangan hanya dari dalam gua, sudah kami ukur semua," bebernya.

Deskripsi dari station 0 hingga 10 ditemukan banyak ornamen-ornamen bagus yang berciri khas gua di sepanjang Utara Jawa. Seperti stalagtit dan stalagmit serta helectid atau bebatuan yang membentuk aliran ke samping atau melawan gravitasi. Dilihat dari ornamen-ornamen itu, diperkirakan umur gua sudah mencapai ratusan ribu tahun.

Pada ujung ke arah Barat Daya ada sebuah lubang kolam yang prediksi sangat curam. Hal itu ditenggarai saat dilempar batu suaranya seperti lubangan air yang memiliki kedalaman tinggi. Sedangkan untuk menuju ke ruangan yang ada kolamnya itu harus merayap.

"Yang kami khawatirkan jika di atas permukaan gua ada aktivitas tambang, ini yang berbahaya. Karena itu, penemuan gua di atas lahan tambang ini perlu didudukkan bersama. Mulai dari masyarakat, pemerintah desa, kecamatan hingga Pemkab Tuban. Agar semua tahu lokasi mana yang bisa dijadikan tambang dan lahan mana yang berbahaya," tandasnya.

(yud/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up