JawaPos Radar

Geramnya Eva Sundari Ketika Profilnya Ditulis 'Perwakilan Sex'

08/08/2018, 13:44 WIB | Editor: Ilham Safutra
Geramnya Eva Sundari Ketika Profilnya Ditulis 'Perwakilan Sex'
Profil Eva Sundari yang sempat diacak-acak di laman Wikipedia (Capture laman Wikipedia)
Share this

JawaPos.com - Nama politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Eva Kusuma Sundari mendadak ramai diperbincangkan di dunia maya. Di laman Wikipedia, profilnya bertuliskan sebagai anggota Dewan Perwakilan Sex. Tak ayal kejahilan orang-orang tak bertanggung jawab itu membuat anggota DPR ini geram.

Dalam di Wikipedia, profil Eva tertulis, 'Eva Kusuma Sundari adalah anggota DPR periode 2014-2019 dari PDI-Perjuangan mewakili Jawa Timur. Ia ditugaskan di Komisi Dewan Perwakilan Sex yang menangani Kementerian Hukum dan Hak Asasi Pekerja Sex'.

Tampilan di laman Wikipedia itu sempat viral beberapa jam. Saat berita ini dilansir, profil Eva di Wikipedia sudah dikoreksi seperti semula dan tidak ada lagi kata-kata perwakilan pekerja seks.

Ketika dikonfirmasi, Eva mengaku kaget dengan tampilan profilnya di Wikipedia. Bahkan dia mengetahui adanya serangan politik tersebut dari awak media. "Aku sambil marah-marah. Jadi ada rasa marah, kasihan, dan sedih. Kok levelnya nyerang orang dan miskin gagasan," ujar Eva saat dihubungi, Kamis (8/8).

Eva yang saat ini sedang Blitar untuk mengurusi kegiatan resesnya sebagai anggota DPR itu mengaku, kegiatan oknum tak bertanggung jawab tersebut tidak bisa didiamkan. Karena dirinya menjaga marwah DPR sekaligus partai berlogo kepala banteng.

Sebab Eva mengaku dalam hal ini telah dirugikan karena disebut salah satu anggota dari situs porno dari Brasil. "Tidak bisa didiamkan ini," tegasnya.

Eva menduga serangan politik kepadanya itu karena PDIP dan Joko Widodo (Jokowi) memiliki elektabilitas yang tinggi. Diduga oknum seperti 'kebakaran jengot' melakukan tindakan tersebut. "Sehingga sebelah kalap dan ingin merusak citra PDIP dan Jokowi," katanya.

Bahkan menurut Eva, pekan lalu dirinya sudah diserang oleh hoax. Dia menjadi target berita-berita fitnah di jagat dunia maya. Menurut Eva, memang ada oknum-oknum tertentu menargetkan untuk merusak citra PDIP, Megawati Soekarnoputri, dan Jokowi. "Saya jadi target daur ulang berita-berita fitnah dan pelintiran. Jadi memang ini didesain," katanya.

Oleh sebab itu, Eva mengaku bakal menempuh jalur hukum untuk melaporkan oknum yang merusak namanya lewat Wikipedia.

(ce1/gwn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up