JawaPos Radar

Pasutri Jerman Jual Anaknya Jadi Budak Seks

08/08/2018, 18:01 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
pasutri jerman jual anak
Anak laki-laki juga rentan mengalami serangan seksual (Public Radio International)
Share this

JawaPos.com - Pasangan suami istri asal Jerman tega menjual anaknya sendiri untuk menjadi budak seks. Seperti dilansir BBC pada Selasa (7/8), pasutri tersebut dijatuhi vonis penjara selama 12 tahun dan enam bulan oleh pengadilan di Jerman selatan.

Pasangan ibu dari anak tersebut merupakan seorang pria pedofil, sehingga tak mengherankan jika dia membujuk sang ibu untuk menjual anaknya agar menjadi budak seks. Pengadilan Freiburg mengatakan, korban yang merupakan anak laki-laki itu berusia sembilan tahun ketika sidang dimulai pada Juni.

Pasutri berusia 48 tahun dan 39 tahun itu juga telah melakukan pelecehan seksual terhadap bocah itu sendiri setidaknya selama dua tahun. Mereka menjual anaknya pada jaringan pedofil melalui website gelap.

pasutri jerman jual anak
Pasutri itu sekarang harus membayar denda EUR 42.500 atas perbuatannya terhadap anak laki-laki malang itu dan pada seorang gadis tiga tahun, yang juga disiksa oleh mereka (Jawapos)

Sementara itu Senin lalu pengadilan memenjarakan seorang pria Spanyol selama 10 tahun karena melakukan pelecehan seksual terhadap bocah itu berulang kali. Lima pria lainnya juga telah dituntut sehubungan dengan pelecehan itu.

Pasutri Jerman yang jual anak itu dinyatakan bersalah melakukan pemerkosaan, pelecehan seksual terhadap anak-anak, pelacuran paksa, dan distribusi pornografi anak. Sekarang anak laki-laki malang itu sudah tinggal bersama orang tua asuh.

Pasutri itu sekarang harus membayar denda EUR 42.500 atas perbuatannya terhadap bocah malang itu dan pada seorang gadis tiga tahun yang juga disiksa oleh mereka.

Jaksa penuntut mengatakan, anak laki-laki itu mengalami lebih dari 60 serangan seksual yang serius. Bahkan banyak di antaranya difilmkan.

Kasus itu telah membuat warga Jerman ngeri. Hakim memberitahu ibu anak itu kalau ia telah melakukan salah satu serangan seksual paling brutal.

Persidangan juga menyuarakan kekhawatiran bahwa para pejabat kadang-kadang keliru menduga bahwa seorang ibu tidak mampu menyalahgunakan anaknya sendiri. Padahal ada juga ibu yang sangat kejam dan sadis seperti terdakwa.

(ina/ce1/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up