JawaPos Radar | Iklan Jitu

Elite Demokrat Bicara Peluang Terbentuknya Poros Ketiga

08 Agustus 2018, 12:45:14 WIB | Editor: Imam Solehudin
Prabowo Jokowi
Jokowi ketika menjamu Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto. Peluang pembentukan poros ketiga dalam Pilpres 2019 masih cukup besar. (Dok.JawaPos)
Share this

JawaPos.com - Munculnya poros ketiga diyakini beberapa pihak masih mungkin terjadi. Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) masih berpeluang menyatukan suara.

Namun tidak ada garansi munculnya poros alternatif dapat menumbangkan kubu incumbent. Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahahean melihat keuntungan terbentuknya poros ketiga tak terlalu signifikan bagi penantang petahana.

Adanya tiga pasangan calon hanya memastikan Pilpres 2019 akan berjalan dua putaran. "Kalau terbentuk poros ketiga ini kan akan menjadi lebih besar kemungkinan untuk menjadi dua putaran," kata Ferdinand kepada JawaPos.com, Rabu (8/8).

Ferdinand mengatakan, situasi Pilkada DKI Jakarta 2017 tidak bisa jadi acuan untuk Pipres 2019. Walaupun pada waktu itu pasangan penantang petahana yang kalah di putaran pertama, lantas memberikan suara seluruhnya ke penantang incumbent di putaran kedua.

"Situasi itu tidak bisa negitu saja terjadi di kontestasi 2019. Sebab psikologis partai tidak bisa ditebak," jelas Ferdinand.

Layaknya PKB yang selama ini dekat dengan Capres petahana, lanjut dia, maka ketika gagal maju ke putaran kedua sangat dimungkinkan kembali mendukung Jokk Widodo (Jokowi). "Mungkin saja PKB akan kembali ke petahana di putaran kedua, PAN mungkin juga kesana, PKS bisa saja ke Prabowo," imbuh Ferdinand.

Jika situasi tersebut yang terjadi, maka akan berdampak buruk bagi koalisi oposisi. Sebab tingkat kemenangan kembali Jokowi makin besar.

"Terbentuknya poros baru ya memang membuat peluang petahana jadi lebih besar, kecuali sosok yang ditampilkan lebih mampu menandingi, di situ kelemahannya," tandas Ferdinand.

(sat/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up