JawaPos Radar

Hati-hati, Air Zamzam Palsu Berisikan Air Sulingan Marak Ditemukan

Omzetnya Fantastis Tembus Miliaran Rupiah

08/08/2018, 12:29 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Air Zam-zam Palsu
Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono saat memimpin gelar perkara di kantor Ditreskrimsus Polda Jateng, Banyumanik, Semarang, Rabu (8/8). (Tunggul Kumoro/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Datangnya musim haji seringkali membuat kebutuhan air zamzam meningkat lantaran kerap dijadikan sebagai oleh-oleh. Namun, masyarakat wajib berhati-hati karena maraknya peredaran air zamzam abal-abal, seperti yang diungkap oleh Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah.

Melalui jajaran Ditreskrimsus, Polda Jateng baru saja mengungkap produksi air zamzam palsu yang ternyata berisikan air sulingan. Pelakunya adalah dua warga Pagilaran, Blado, Batang, yakni Y, 37, dan E, 54.

Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono mengatakan, keduanya diringkus usai jajarannya melaksanakan penindakan di rumah yang dikontrak CV Moya Janna, Kamis (26/7) lalu. Lokasinya, yaitu Jalan Blado-Pagilaran No. 6 RT 03/RW 01 Blado, Batang.

"Para pelaku mengisi kemasan air zamzam palsu dengan menggunakan air isi ulang Galon merek Blado Oxy. Kemudian dijual dengan merek Al Lattul Water," ujarnya Condro saat memimpin gelar perkara di kantor Ditreskrimsus Polda Jateng, Banyumanik, Semarang, Rabu (8/8).

Air dikemas dalam jeriken berukuran 10 liter, 5 liter, dan kemasan botol ukuran 330 ml itu, lanjutnya, juga tak memiliki izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) juga. Tak mencantumkan label berbahasa Indonesia, produk ini sudah sempat beredar di toko perlengkapan haji dan umrah di wilayah Bandung, Jawa Barat.

"Tersangka memproduksi air zamzam merek Al Lattul Water sejak Oktober 2017, dan sudah melakukan 30 kali pengiriman ke wilayah Bandung," ujarnya lagi. Satu kardus berisi beragam ukuran kemasan dihargai Rp 300 ribu.

Omzet penjualan air zamzam abal-abal ini terbilang fantastis. Setahun sejak bisnis ini dijalankan, tepatnya Oktober 2017 lalu, pendapatan yang diraih total mencapai Rp 1,8 miliar. 

Dalam hal ini, adapun sejumlah barang bukti yang turut disita. Yaitu, puluhan kardus kemasan merek Al Lattul Water. Ratusan jeriken kosong ukuran 1, 5, hingga 10 liter. Ribuan plastik kemasan, lembar stiker, label botol 330 ml merek Al Lattul Water.

Kapolda menegaskan, pihaknya tak segan menindak tegas para pelaku yang memalsukan air suci dari Makkah dengan hukuman maksimal. "Kita kenakan Pasal 120 Tahun 2014 tentang Perindustrian. Kemudian Pasal 142 tentang Pangan, dan Pasal 62 tentang Perlindungan Konsumen," tegasnya. 

Dengan adanya peristiwa ini, Condro beserta seluruh jajarannya mengimbau kepada masyarakat yang menemukan indikasi kasus serupa agar segera melapor kepada petugas kepolisian. Utamanya yang berada di daerah peredaran, yaitu provinsi Jawa Barat. 

"Penjual menjadi korban, masyarakat jangan mengonsumsi air kemasan dengan merek Al Lattul Water, ini palsu dan mereknya masih tergolong baru," cetusnya.

(gul/ce1/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up