JawaPos Radar

Jadi Kurir Sabu, Oknum Suporter Bola Diciduk Polisi

08/08/2018, 12:21 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Kombes Pol Rudi Setiawan
Kapolrestabes Surabaya Kombespol Rudi Setiawan saat menunjukkan barang bukti sabu-sabu yang diamankan dari tangan Galih Cahyadi. (Dida Tenola/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Galih Cahyadi, 24, warga Jalan Teuku Umar, Sidoarjo, harus menjadi pesakitan di dalam penjara. Oknum suporter sepakbola itu ditangkap karena menjadi kurir sabu-sabu jaringan lembaga pemasyarakatan (lapas).

Penangkapan Galih dilakukan Sabtu (4/8) lalu. Awalnya, polisi sedang melakukan pengamanan di Stasiun Wonokromo. Waktu itu, korps berseragam cokelat mendapat informasi bila ada sejumlah oknum suporter yang akan melakukan sweeping kereta api jurusan Jakarta-Malang.

Saat masuk ke area stasiun, anggota Polsek Wonokromo mendapati tujuh oknum suporter. Saat digeledah, salah seorang di antara mereka yang tak lain adalah Galih menunjukkan gelagat aneh. Polisi lantas mendapati percakapan berisi transaksi narkotika.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan menjelaskan, petugas langsung mengeler Galih ke rumah kosnya di kawasan Siwalankerto, Surabaya. "Benar saja, kami temukan sabu-sabu seberat 1 ons," jelas Rudi dalam ungkap kasus di Mapolrestabes Surabaya, Rabu (8/8).

Kepada polisi, Galih mengaku sebagai anak buah bandar berinisial AD. Saat ini, AD mendekam di dalam Lapas Ngawi.

Rudi sudah memerintahkan Satreskoba untuk mengembangkan penyidikan kasus ini. "Peran tersangka ini pengguna, kurir sekaligus pengedar. Semuanya masuk. Kami tes urine, hasilnya positif," lanjut Rudi.

Kepada wartawan, Galih mengaku baru tiga bulan beroperasi. Biasanya, dia disuply barang secara sistem ranjau. Dia mendapat upah Rp 1 juta setiap kali menerima dan mengantar paket sabu-sabu kepada pembeli. "Tempat ambilnya pindah-pindah. Uang dari pembeli sudah ditransfer ke bandar, saya tinggal antar," beber Galih.

(did/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up