JawaPos Radar

Wahai Umar! KPK Sudah di Polres Labuhanbatu

08/08/2018, 12:10 WIB | Editor: Imam Solehudin
Pangonal Harahap
Bupati Labuhan Batu Pangonal Harahap saat akan menjalani penahanan kasus yang melilitnya (Dery Ridwansyah/Jawapos.com)
Share this image

JawaPos.com - Orang kepercayaan Bupati Labuhanbatu nonaktif Pangonal Harahap, Umar Ritonga, saat ini masih belum diketahui keberadaannya. Padahal KPK sudah memasukkan Umar dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak 25 Juli 2018.

"Tersangka UMR (Umar Ritonga) masih dalam pencarian, dalam status DPO," ungkap juru bicara KPK KPK Febri Diansyah pada awak media, Rabu (8/8).

Untuk itu, dia kembali mengimbau pada semua pihak yang mengetahui keberadaan Umar untuk segera melaporkan ke pihak kepolisian. "Tim KPK sekarang berada di Polres Labuhanbatu. Jika ada pihak-pihak yang ingin memberikan informasi terkait keberadaan UMR dapat disampaikan langsung ke kantor kepolisian setempat," imbuhnya.

Selain itu, lembaga antikorupsi ini juga melakukan pemeriksaan terhadap 6 orang saksi. Mereka akan diperiksa terkait kasus yang melilit Bupati Labuhanbatu, Pangonal Harahap.

"Mereka diperiksa di Polres Labuhanbatu. Unsur saksi dari pejabat Dinas PUPR Labuhan batu dan swasta," pungkasnya.

Sebelum memasukkan Umar ke dalam DPO, KPK telah beberapa kali mengingatkan Umar. Umar ketika itu yang melarikan diri saat operasi tangkap tangan (OTT) KPK.

Bahkan, sebelum menerbitkan surat DPO, lembaga antirasuah juga telah memberikan kesempatan waktu hingga Sabtu (24/7) yang lalu agar Umar untuk menyerahkan diri. Namun, hal itu justru tak dilakukan oleh orang yang membawa uang suap Bupati Labuhanbatu tersebut.

Sekadar informasi, lembaga antirasuah telah resmi menetapkan tiga tersangka dalam kasus ini. Ketiganya adalah Bupati Labuhanbatu Pangonal Harahap, Direktur PT Binivan Konstruksi, Abadi Effendy Sahputra dan pihak swasta Umar Ritonga.

(ipp/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up