JawaPos Radar

Malaysia Tutup Lembaga Antiterorisme Saudi

08/08/2018, 14:10 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Malaysia Tutup Lembaga Antiterorisme Saudi
Namun Mantan Menteri Pertahanan Malaysia Hishammuddin Hussein mengatakan, KSCIP merupakan lembaga penting untuk mengekang penyebaran ekstremisme kekerasan oleh kelompok-kelompok bersenjata, termasuk ISIS (Reuters)
Share this

JawaPos.com - Pemerintah Malaysia memerintahkan penutupan lembaga anti-terorisme yang didukung Arab Saudi kurang dari 13 bulan setelah diluncurkan. Dilansir Al Jazeera pada Selasa (7/8), belum ada alasan yang diberikan kenapa penutupan itu dilakukan.

Menteri Pertahanan Malaysia Mohamad Sabu mengatakan, The King Salman Center for International Peace (KSCIP) yang berada di Kuala Lumpur akan menghentikan operasi segera dan fungsinya akan diambil alih oleh Lembaga Pertahanan dan Keamanan Malaysia. Sementara Sabu tidak memberikan alasan untuk penutupan.

Namun Mantan Menteri Pertahanan Malaysia Hishammuddin Hussein mengatakan, KSCIP merupakan lembaga penting untuk mengekang penyebaran ekstremisme kekerasan oleh kelompok-kelompok bersenjata, termasuk ISIS.

Malaysia Tutup Lembaga Antiterorisme Saudi
Raja Salman Bin Abdulaziz Al Saud dari Arab Saudi meresmikan lembaga antiterorisme di Malaysia (Al Jazeera)

Raja Salman Bin Abdulaziz Al Saud dari Arab Saudi meresmikan lembaga itu, yang memiliki kantor sementara di Kuala Lumpur dan sedang menunggu pembangunan gedung permanen di ibukota administratif Malaysia, Putrajaya.

Sabu juga mengatakan, ia berencana menarik pasukan Malaysia keluar dari Saudi. Pada Juni, Sabu mengumumkan peninjauan kembali kehadiran militer Malaysia di Saudi. Malaysia secara tidak langsung terjerat dalam konflik Timur Tengah.

Pada 2015, mantan Perdana Menteri Najib Razak mengirim pasukan ke Saudi untuk memfasilitasi evakuasi warga Malaysia di Yaman. Tidak jelas berapa banyak pasukan Malaysia yang dikerahkan ke kerajaan Teluk.

Menurut Sabu, tentara Malaysia tidak pernah terlibat dalam serangan apapun terhadap Yaman, di mana koalisi pimpinan Saudi dan Emirat telah berjuang sejak 2015.

(ina/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up