JawaPos Radar

Liga 2 2018

Rayakan Milad ke-61, Persiraja Usung Tekad Kuat Tembus Liga 1

08/08/2018, 08:05 WIB | Editor: Agus Dwi W
persiraja banda aceh
Presiden Persiraja, pelatih, dan manajemen siap memberikan yang terbaik untuk masa depan sepak bola Aceh. (Ariful Usman/Rakyat Aceh)
Share this image

JawaPos.com - Persiraja Banda Aceh telah memasuki usia 61 tahun. Dalam usia yang tak lagi muda, ada harapan yang hendak diwujudkan. Menembus Liga 1 merupakan sebuah keniscayaan demi harkat dan martabat sepak bola Aceh di kancah nasional.

Senin malam (6/8), tim yang berjuluk Laskar Rencong ini mengadakan syukuran Milad ke-61 dengan seremonial santai. Menyantuni anak yatim diiringi doa bersama dan ditutup dengan makan malam. Para pemain baik wajah lama dan wajah baru, ofisial tim, pelatih, dan presiden klub ikut hadir di malam penuh hikmat di Hotel Keumala.

Syukuran tersebut memang diinisiasikan oleh pengusaha muda sekaligus CEO Hotel Keumala, Imam Mahfud. Langkah tersebut merupakan wujud kepeduliannya terhadap Persiraja.

"Syukuran ini saya adakan atas nama sebagai seorang pencinta Persiraja. Klub kebanggaan orang Aceh tentunya perlu perhatian dari banyak pihak," sebut Imam Mahfud.

Persiraja dalam catatan sejarah sepak bola Indonesia, pernah berjaya di era 80-an. Di masa kejayaannya, Persiraja cukup disegani oleh tim-tim lawan. Hanya saja, seiring berjalannya waktu Persiraja pernah redup dengan berbagai alasan, bahkan bak telah ditelan bumi.

Absennya Persiraja di kasta tertinggi Liga 1 Indonesia menyisakan ruang kerinduan dan penuh harap, kiranya tim ini segera merangsek ke Liga 1. Maka, ikhtiar tersebut sedang serius diupayakan.

Di malam syukuran ulang tahunnya, Presiden Persiraja, Nazaruddin berharap kerja sama semua pihak untuk mendukung Persiraja agar target utama di ulang tahunnya ke 61 dengan tagline "PERSIRAJA 6ANGK1T" tembus Liga 1 dapat terwujud.

"Saya membangun Persiraja dengan hati. Tidak ada motif keuntungan pribadi bagi saya. Semua saya lakukan demi menggairahkan dan membangkitkan kebanggaan terhadap Persiraja," sebutnya.

Saat ini, klub yang lahir 29 Juli 1957 terus berupaya memperbaiki performa. Evaluasi besar-besaran dilakukan Dek Gam -panggilan akrab Presiden Persiraja- bersama pelatih dan manajemen. Langkah tersebut sebagai bentuk respons akan hasil kurang memuaskan di putaran pertama. Tercatat, 7 pemain baru telah digaet untuk menambah daya gedor Persiraja.

Mereka adalah Husnuzhon, Rizky Yusuf Nasution, Ponda Dwi Saputra, Andika Kurniawan, Muhammad Renggur, Andri Abu Bakar, dan Zamroni. Dua nama awal adalah putra asli Aceh yang sempat membela Persika Karawang dan 5 nama terakhir merupakan eks pemain PSPS Pekanbaru.

Semua pemain anyar tersebut, dalam amatan pelatih Persiraja Akhyar Ilyas bisa menjawab kebutuhan tim. Salah satu buktinya, Persiraja menang telak 5-0 di partai pembuka putaran kedua Liga 2.

Dari 7 pemain baru, 5 sudah langsung bermain. Rinciannya, 4 pemain sebagai starter dan 1 sebagai pemain pengganti. Namun, saat ditanyakan mengapa eks pemain PSPS yang lebih dominan digaet, Akhyar menjawab, mentalitas mereka sangat baik.

"Kami tidak menggembosi tim PSPS, dan bukan pula karena persoalan internal mereka. Tetapi, setelah saya amati, di Liga 2 hanya PSPS yang berhasil bermain bagus di laga tandang. Pemain PSPS memiliki mentalitas tinggi. Mereka tetap fight sekalipun gajinya tidak dibayar beberapa bulan. Padahal, mereka juga perantau, bukan putra asli setempat. Tapi tetap ngotot. Itulah pertimbangan utama kami selain persoalan teknik dan skill. Tentu saya sudah berdiskusi dengan Akhyar. Selama ini, apapun diskusi saya dan pelatih tidak pernah saya bantah, saya turuti," terangnya.

Optimistis dan kerja keras terus digenjot oleh tim dengan kostum kebanggaan berwarna oranye ini. Evaluasi yang telah dilakukan manajemen ialah bentuk keseriusan untuk memperoleh prestasi membanggakan. Pasalnya, sudah terlalu lama klub ini tidak lagi mengukir prestasi prestisius.

Dalam catatan sejarah, pencapaian tertinggi Persiraja diraih tahun 1980. Saat itu, Persiraja berhasil menjadi juara Perserikatan setelah mengalahkan tim kuat Persipura. Bertanding di Stadion Gelora Bung Karno, Persiraja yang sempat tertinggal terlebih dahulu oleh gol Leo Kapisa di menit 15, berhasil membalikkan keadaan lewat gol Rustam Syafari di menit 45 dan Bustaman menit 55 dan 81. Persiraja menang 3-1 atas Persipura.

Sedangkan dalam 10 tahun terakhir, tercatat hanya sekali prestasi penuh perjuangan berhasil diperoleh Persiraja. Musim 2010-2011 sukses promosi ke kasta tertinggi, Divisi Utama Liga Indonesia. Hanya saja, saat itu terjadi dualisme kompetisi di Indonesia. Persiraja memutuskan mengikuti kompetisi Indonesian Premier League pada musim 2011-2012. (mag-81/rif)

rif

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up