JawaPos Radar

Bandar Narkoba Nyogok Polisi Rp 1 Miliar, Minta Jamninan Bebas

08/08/2018, 07:44 WIB | Editor: Yusuf Asyari
Bandar Narkoba Nyogok Polisi Rp 1 Miliar, Minta Jamninan Bebas
Enam tersangka bandar narkoba saat diamankan jajaran Polda Sumbar, Selasa (7/8). (Riki Chandra/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Sepekan terakhir, jajaran Polda Sumatera Barat (Sumbar) meringkus 6 tersangka narkoba. Total barang bukti (BB) yang diamankan dari tangan para terduga bandar sabu itu mencapai 1,35 kilogram sabu-sabu senilai Rp 2 miliar.

Dari 6 tersangka, satu terduga bandar sabu lintas Provinsi diketahui seorang Aparatur Sipil Negera (ASN) di Kota Pekanbaru, Riau. Oknum ASN berinisial RI, 41, itu diciduk bersamaan dengan rekannya RS, 50 di kediaman RS, kawasan Perumahan Permata Ratu Tangkerang Labuai, Kota Pekanbaru, Minggu (5/8) pagi.

Direktur Reserse Narkoba Polda Sumbar, Kombes Pol Kumbul KS mengatakan, oknum ASN dan rekannya itu terlibat jaringan peredaran sabu seberat 1,05 kilogram. Penangkapan keduanya berawal dari pengembangan kasus tersangka S, 53, yang ditangkap Sabtu (4/8) sore di Kota Padang. Dari tangan tersangka S, polisi menyita sabu seberat 200 gram.

"Tersangka S ini warga Kota Pekanbaru. Saat kami tangkap, dia hendak melakukan transaksi sabu di Kota Padang," terang Kumbul dalam konfrensi pers di Mapolda Sumbar, Selasa (7/8).

Saat diinterogasi, terang Kumbul, tersangka S mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari tersang RS. Petugas pun memburu keberadaan RS yang saat ditangkap tengah bersama dengan oknum ASN, RI.

Setelah mendapati keberadaan RS, polisi pun menggeledah tempat tinggalnya. Alhasil, petugas menemukan 29 paket sabu seberat 1,05 kilogram yang sudah terbuskus dengan berbagai ukuran dan siap edar.

Saat hendak diringkus, terang Kumbul, tersangka RS mencoba menyogok petugas dengan tawaran Rp 1 miliar dengan jaminan tersangka dibebaskan. "Kita (polisi) sempat ditawar uang dan tentu kita semua di Kepolisian berkomitmen untuk berperang terhadap narkoba, dan tidak akan pernah ada ampun untuk para pengedar ini," tegas Kumbul.

Selain tiga tersangka itu, Ditnarkoba Polda Sumbar juga membongkar peredaran sabu di kawasan Pariaman. Seorang tukang parkir berinisial AL, diringkus di Desa Naras, Pariaman Timur, Jumat (3/8) lalu. Dari tangan AL, petugas menyita sabu seberat 0,03 gram.

Kepada petugas, AL mengaku mendapat barang tersebut dari dua rekannya berinisial APA dan NS di Kota Pariaman. Di hari yang sama, polisi pun meringkus dua tersangka tersebut di Desa Manggung Dusun II, Pariaman Utara. "Dari APA kami dapati 0,26 gram dan dari NS seberat 110,18 gram." ungkap Kumbul.

Kumbul menegaskan, pihaknya akan terus berkomitmen memberantas peredaran narkoba khususnya di provinsi Sumatera Barat. Pihaknya tidak akan pernah bernegosiasi dan kompromi dengan siapapun terhadap peredaran barang haram tersebut.

"Dari total BB sabu ini, setidaknya kita sudah menyelamatkan 13 ribu jiwa dari pengaruh narkoba," katanya.

Atas perbuatan kedua kelompok jaringan pengedar dan bandar sabu tersebut, mereka akan dijerat dengan pasal 114 ayat (2) sub Pasal 112 ayat (1) jo pasal 132 ayat (1) dan Pasal 114 ayat (2) sub Pasal 112 ayat (2) Undang-undang Nomor 35 tahun 2019 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman lebih kurang 6 tahun penjara dan maksimal hukuman mati.

(rcc/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up