JawaPos Radar

14 Kerbau Terseret Banjir Padang Pariaman, Kerugian Rp 2 Miliar Lebih

08/08/2018, 05:54 WIB | Editor: Yusuf Asyari
14 Kerbau Terseret Banjir Padang Pariaman, Kerugian Rp 2 Miliar Lebih
Kondisi Nagari Anduriang, Kecamatan Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) pasca dihantam banjir bandang, Selasa (7/8). (Riki Chandra/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Banjir bandang menghantam Nagari Anduriang, Kecamatan Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) Selasa (7/8) dini hari. Tim gabungan BPBD, TNI-Polri terus melalukan pendataan terhadap dampak kerusakan akibat bencana tersebut.

Kapolres Padang Pariaman AKBP Rizki Nugroho mengatakan, selain musala dan rumah hanyut, 14 ekor kerbau dan sapi warga juga dilaporkan hanyut terseret air bercampur lumpur. Dua diantaranya ditemukan dalam keadaan mati.

Lalu, sekitar 60 hektare sawah masyarakat mengalami gagal panen. "Saya sedang di lokasi. Cukup banyak yang terdampak. Ada juga tiga musala dan satu PAUD tergenang banjir," kata AKPB Rizki, Selasa (7/8).

Selain itu, terang Rizki, ada 6 ekor kerbau yang berhasil diselamatkan Aiptu M Nur dan Bripka Hari. Secara garis kasar, kerugian akibat bencana banjir bandang ini mencapai Rp2,5 miliar. Hal ini mengingat, 1 hektare sawah siap panen berkisar Rp15 juta. Kemudian, harga satu unit rumah berkisar Rp100 jutaan.

Hingga kini, terang Kapolres, pihaknya bersama BPBD dan TNI masih melakukan penvalidan data kerugian. Serta menghitung pasti dampak kerugian banjir. "Kita juga sudah serahkan bantuan sembako dan mendirikan tenda pengungsian," jelasnya.

Sebelumnya, Nagari Anduriang, Kecamatan Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, Sumbar dihantam banjir bandang, Selasa (7/8) sekitar pukul 03.00 Wib dini hari.

Bencana banjir bandang dipicu akibat meluapnya aliran sungai Batang di Nagari Anduriang. Hingga kini, BPBD, TNI-Polri terus melakukaan pendataan dampak kerusakan akibat banjir. Data sementara, 5 unit rumah penduduk hanyut, 1 musala juga dibawa air bercampur lumpur. Kemudian, 8 unit rumah rusak berat, 5 hektare sawah terendam banjir.

"Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Tapi, taksiran kerugian belum bisa dipastikan. Sebab, banyak rumah, musala hingga sekolah yang terendam banjir. Begitu juga ternak warga," terang Kapolres Padang Pariaman AKBP Rizki Nugroho.

(rcc/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up