JawaPos Radar

Kota Malang Produksi 664 Ton Sampah per Hari

08/08/2018, 06:00 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Sampah Kota Malang
ILUSTRASI: Sebanyak 449 ton sampah masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Supit Urang sebagai proses pengurangan sampah. (Fisca Tanjung/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang mencatat, jumlah produksi sampah di Kota Malang sebanyak 664,62 ton per hari. Dari jumlah tersebut, 96 persennya atau sekitar 639 ton telah ditangani dengan berbagai upaya sebagai bentuk pengurangan sampah.

Secara terperinci, dilakukan sejumlah upaya untuk menanggulangi persoalan sampah di Kota Malang. Antara lain, masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Supit Urang sebesar 499 ton setiap harinya. Selain itu juga ada pengurangan sampah melalui berbagai program dari komposting hingga Bank Sampah Malang (BSM) sebesar 140 ton. Sehingga jika ditotal, jumlah penanganan sampah di Kota Malang sekitar 639 ton perhari atau sudah sampai 96 persen dari total jumlah produksi sampah 664,2 ton perhari.

"Grafik penanganan sampah di Kota Malang tiap tahun naik dan saat ini kami berhasil menangani sampah hingga 96 persen," ujar Plt Wali Kota Malang, Sutiaji. 

Sampah Kota Malang
Salah satu yang kembali akan digalakkan yakni program kantong sampah plastik berbayar, yang sebelumnya sudah di-launching oleh pemerintah kota khusus untuk kalangan toko dan pusat perbelanjaan. (Fisca Tanjung/JawaPos.com)

Karena keberhasilan penanganan terhadap sampah itu pula lah, Kota Malang kemudian berkesempatan untuk hadir dalam Rakor Pusda Terkait Penerapan Kebijakan Penanggulangan Sampah yang digelar di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (7/8).

Kota Malang pun dianggap sudah baik dan maksimal dalam penanganan sampah. Bahkan, Kota Malang dijadikan contoh oleh pemerintah pusat untuk penanganan sampah melalui berbagai program dan kemampuan TPA menampung sampah.

Menanggapi hal itu, Sutiaji menegaskan jika arahan dari pemerintah pusat terkait mengurangi sampah selama ini sudah dilakukan dengan maksimal. "Volume sampah yang berhasil ditangani di Kota Malang sudah tembus 96 persen per hari," kata Sutiaji.

Selain itu, lanjut dia, berdasarkan arahan dari pemerintah pusat, Kota Malang akan terus mengoptimalkan tiga hal untuk penanganan sampah yakni reduce, reuse dan recycle. Sehingga,  nantinya bisa ditangani dengan baik dan optimal, terutama pada sampah plastik yang kini menjadi sorotan pemerintah pusat.

Terkait hal itu, Sutiaji menegaskan, penanganan sampah plastik terus digalakkan melalui berbagai program. Salah satu yang kembali akan digalakkan yakni program kantong sampah plastik berbayar, yang sebelumnya sudah di-launching oleh pemerintah kota khusus untuk kalangan toko dan pusat perbelanjaan.

"Kantong plastik berbayar ini akan terus kami galakkan. Termasuk program lain yang nanti kami siapkan untuk menanggulangi sampah plastik," terangnya.

Lebih lanjut, Sutiaji menekankan, pemerintah daerah yang optimal menanggulangi sampah plastik akan diberi dana insentif sebagai bagian dari optimalisasi hal tersebut. "Ini menjadi semangat bersama bagaimana kedepan kami akan betul betul maksimal dalam menanggulangi sampah plastik yang ada di Kota Malang," tukasnya.

Hal itu menyusul pernyataan dari Menteri Keuangan, Sri Mulyani, beberapa waktu lalu yang menyebutkan jika pemerintah pusat akan menggulirkan dana insentif bagi pemerintah daerah yang mampu mengurangi sampah plastik. 

Hal ini diutarakan karena selama ini anggaran dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk penanggulangan masalah plastik tidak cukup besar, sehingga perlu ada dukungan insentif lainnya dalam upaya mengoptimalisasi penanggulangan sampah plastik.

(fis/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up