JawaPos Radar

Banjir Bandang di Sumatera Barat

Puluhan KK Mengungsi, Normalisasi Sungai Batang Anai Harga Mati

08/08/2018, 00:00 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Banjir Bandang
BANJIR: Kondisi Nagari Anduriang, Kecamatan Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) pasca-dihantam banjir bandang, Selasa (7/8) (Riki Chandra/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.comBanjir bandang yang menerjang Nagari Andurian, Kecamatan Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat pada Selasa (7/8) dini hari menyisakan duka bagi warga sekitar. Pasalnya puluhan jiwa penduduk kini terpaksa tidur di tenda pengungsian.

Tak hanya warga yang kehilangan rumah akibat hanyut terseret air bercampur lumpur. Namun, sejumlah masyarakat yang rumahnya turut terdampak banjir juga dipindahkan ke lokasi pengungsian sementara.

Plt Camat Kayu Tanam, Muliyardi mengatakan, di luar lima KK rumah yang hanyut, terdapat 17 KK lainnya yang juga diungsikan. Hal ini mengingat lokasi rumah warga yang dikhawatirkan kembali diterjang banjir.

"Ada tiga unit rumah yang berada di bibir sungai terancam hanyut. Ada juga 13 unit rumah yang sudah tidak nyaman dan kurang aman," terang Muliyardi saat dihubungi wartawan, Selasa (7/8).

Muliyardi mengatakan, BPBD gabungan telah mendirikan posko dan tenda-tenda pengungsian. Namun, Plt Camat tidak mendetailkan berapa jumlah tenda yang telah didirikan. Begitu juga soal bantuan logistik, sudah mulai datang ke lokasi bencana.

"Sebagian di rumah tetangga. Ada juga yang diungsikan di tenda. Lokasi terdampak banjir tidak menyebar, tapi setumpuk-setumpuk," bebernya.

Sementara itu, menurut Muliyardi, jumlah sawah warga yang terdampak banjir bandang mencapai 30 hektare lebih. Mayoritas lahan pertanian sawah yang terdampak sedang mulai bertanam padi. "Mayoritas ditanami padi. Tidak bisa dilanjutkan karena tertimbun pasir," katanya.

Di sisi lain, terang Muliyardi, Wakil Bupati Padang Pariaman sudah berkunjung lo lokasi bencana. Hasilnya, disepakai bersama pihak Nagari dan warga setempat untuk kedepannya dilakukan normalisasi aliran sungai Batang Anai.

"Sebelumnya sudah pernah, tapi sebagian warga keberatan. Kini, semuanya sudah sepakat untuk
nomalisasi," tutupnya.

Sebelumnya, Nagari Anduriang, Kecamatan Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, Sumbar dihantam banjir bandang, Selasa (7/8) sekitar pukul 03.00 WIB. Bencana banjir bandang dipicu akibat meluapnya aliran sungai Batang di Nagari Anduriang.

Sejauh ini, BPBD, TNI-Polri terus melakukaan pendataan dampak kerusakan akibat banjir. Data sementara, 5 unit rumah penduduk hanyut, 1 musala juga dibawa air bercampur lumpur. Kemudian, 8 unit rumah rusak berat, 5 hektare sawah terendam banjir. Lalu, terdapat 60 hektare sawah gagal panen dan 14 ekor kerbau warga turut diseret air.

"Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Tapi, taksiran kerugian belum bisa dipastikan. Sebab, banyak rumah, musala hingga sekolah yang terendam banjir. Begitu juga ternak warga," terang Kapolres Padang Pariaman AKBP Rizki Nugroho.

(rcc/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up