JawaPos Radar

Asian Games Bisa Jadi Pertarungan Terakhir Dewi Ulfah Sebelum Pensiun

08/08/2018, 03:40 WIB | Editor: Estu Suryowati
Asian Games Bisa Jadi Pertarungan Terakhir Dewi Ulfah Sebelum Pensiun
Di usia yang mulai menua, Dewi Ulfah (tengah) masih berusaha menuntaskan harapan meraih medali pada Asian Games 2018. (dok. Dewi Ulfah for Kaltim Post/Jawa Pos Group)
Share this

JawaPos.com - Masih jelas dalam ingatan Dewi Ulfah saat berhasil mempersembahkan medali emas di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Jawa Barat 2016. Dia mengandaskan perlawanan pegulat tuan rumah Shella Abdillah dengan skor telak 12-2.

Emas tersebut merupakan yang ketiga kalinya dia rengkuh di event yang sama, sekaligus yang terakhir karena dia memutuskan pensiun di ajang PON.

Dewi Ulfah termasuk pegulat putri senior Kalimantan Timur. Segudang prestasi di level nasional dan internasional sudah dia dapatkan.

Meraih emas tiga kali berturut-turut pada ajang PON, Dewi Ulfah tak lantas berpuas diri. Untuk tampil di PON Papua memang sudah mustahil, karena usianya sudah tak muda lagi.

Belum lagi wacana pembatasan usia yang akan diterapkan di PON Papua 2020 nanti.
Untuk itu, fokus penuh kini dialihkan Dewi ke Asian Games.

Dia menyadari, bertarung dengan pegulat Asia tidaklah mudah. Apalagi Korea Selatan, Jepang, dan Tiongkok punya tradisi bagus di cabor gulat.

Namun, Dewi enggan pesimistis. Dia berharap bisa memberikan yang terbaik untuk Indonesia. Bermain di depan publik sendiri, Dewi optimistis bakal menang dari segi mental.

"Sebenarnya tidak ada target muluk, tapi saya pribadi menargetkan untuk masuk zona medali. Maunya sih emas, tapi terpenting saya mau kerja keras dulu," ungkap pegulat asli Samarinda itu, dikutip dari Kaltim Post (Jawa Pos Group), Rabu (8/8).

Terlahir di lingkup keluarga pegulat menjadi titik awal Dewi memulai karier di olah raga yang terkenal keras tersebut. Dia mulai menekuni gulat saat usianya 14 tahun.

Dari tujuh bersaudara, semuanya terjun menjadi pegulat. Bahkan dua di antaranya kini masuk skuat Asian Games. Artinya, ada tiga saudara kandung dalam skuat Asian Games cabor gulat. Membanggakan!

"Saya sudah 16 tahun di gulat, sudah tiga kali PON dapat emas. Salah satu impian saya yang belum tercapai adalah meraih emas di event internasional," imbuhnya.

Prestasi tertinggi Dewi Ulfah di ajang resmi internasional hanya perunggu di SEA Games 2005 di Filipina. Jauh di dalam benaknya, Dewi masih berangan untuk terus bergulat.

Namun, usianya yang kini menginjak 30 tahun, membuat dia harus realistis bahwa dirinya harus pensiun. Asian Games adalah ajang satu-satunya yang bisa dia perjuangkan saat ini.

"Kalau ikutin kemauan saya belum mau pensiun, masih kuat. Tapi saya harus sadar diri dan memberi jalan kepada pegulat junior untuk maju. Untuk itu saya meminta doa restu masyarakat Kaltim agar saya bisa memberikan yang terbaik di Asian Games," pungkasnya.

(jpg/est/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up