JawaPos Radar

Terdakwa UU ITE PT RUM Pikir-Pikir Setelah Dinyatakan Bersalah

07/08/2018, 23:35 WIB | Editor: Budi Warsito
Terdakwa UU ITE PT RUM Pikir-Pikir Setelah Dinyatakan Bersalah
Terdakwa Danang Tri Widodo saat keluar ruang sidang, Selasa (7/8). (Tunggul Kumoro/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Dua aktivis yang didakwa melanggar Undang Undang (UU) Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) terkait dugaan pencemaran lingkungan yang dilakukan PT Rayon Utama Makmur (RUM) divonis bersalah dan dijatuhi hukuman kurungan berbeda, Selasa (7/8).

Dua aktivis itu adalah, Bambang Hesti Wahyudi dan Danang Tri Widodo yang menyatakan pikir-pikir atas putusan ini. Pada sidang yang diketuai Retno Damayanti itu, diputuskan bahwa, Bambang dinyatakan bersalah dan divonis kurungan selama 3 tahun dan denda Rp 10 juta subsider penjara 1 bulan. Sementara, Danang dijatuhi hukuman lebih ringan, yakni penjara 2 tahun dan denda Rp 10 juta.

Putusan ini, diketahui lebih rendah dari tuntutan jaksa. Dimana Bambang dikenakan hukuman 5 tahun penjara dan denda Rp 50 juta. Kemudian Danang, sebelumnya dituntut 4 tahun penjara dan denda Rp50 juta sesuai Pasal 28 ayat 2 UU No 11/2018 tentang ITE.

Totok Dwi Diantoro selaku Kuasa Hukum dua terdakwa menganggap, putusan ini masih terlalu berat. Ia menilai, kliennya terutama Bambang, sepantasnya tak dihukum lebih berat ketimbang lima terdakwa kasus pengrusakan fasilitas PT RUM yang disidang sebelumnya.

"Yang paling berat dua tahun tiga bulan penjara kan? Kami melihat terlalu banyak distorsi dari proses pemeriksaan selama persidangan dengan apa yang diungkapkan hakim," ujar Totok usai persidangan.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya ada lima terdakwa kasus pengrusakan fasilitas PT RUM yang turut disidang di Pengadilan Negeri Semarang. Mereka adalah Muh. Hisbun Payu alias Iis, Sutarno, Brilian, Sukemi dan Kelvin.

Kelimanya divonis hukuman kurungan yang berbeda pula. Dimana Iis dijerat pasal 406 KUHP dengan hukuman kurungan 2 tahun 3 bulan. Pasal yang sama juga menjerat Sutarno dan Brilian dihukum masing-masing dua tahun penjara.

Di sisi lain, Sukemi dan Kelvin juga dikenakan hukuman kurungan 2 tahun 3 bulan penjara karena terbukti melanggar Pasal 187 atau Pasal 406 KUHP. Kelima terdakwa ini dijatuhi hukuman yang lebih rendah ketimbang tuntutan jaksa penuntut umum.

"Tapi dalam kasus Pak Bambang dan Pak Danang, hakim terlalu banyak mengabaikan fakta persidangan. Seperti pak Bambang yang juga tokoh masyarakat ini meredam emosi demonstran saat protes ke PT RUM dulu," sambungnya.

Malahan, kata Totok, Hakim menuding Terdakwa Totok melawan negara dan institusi. Padahal, menurutnya, kliennya tak bermaksud begitu saat mengunggah postingan dan komentar di media sosial terkait dugaan pencemaran oleh PT RUM. Ia menambahkan bahwa hal itu merupakan bentuk kekecewaan saja.

"Terkait putusan ini, dengan tujuh hari yang ada, kami akan pikir-pikir terlebih dahulu untuk kemudian banding," tandasnya.v

(gul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up