JawaPos Radar

Pilpres 2019

08 Terancam Ditinggal, PKS, PAN dan PKB Bisa Jadi Motor Poros Ketiga

07/08/2018, 22:34 WIB | Editor: Dimas Ryandi
Sohibul Iman
Ketua Umum DPP Gerindra Prabowo Subianto saat berbincang serius dengan Presiden PKS Sohibul Iman. (JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman menyebut poros ketiga masih realitis jelang penutupan pendaftaran capres dan cawapres pada 10 Agustus mendatang. Apalagi, persoalan tarik-menarik cawapres masih terus bergulir. 

"Poros ketiga saya kira itu sangat memungkinkan terjadi. Baik sekarang-sekarang ini atau nanti Jokowi mengambil keputusan cawapres, mungkin ada yang kecewa bisa saja kan," kata Sohibul usai melaksanakan Sidang Majelis Syuro Istimewa di Kantor DPP PKS, Jakarta, Selasa (7/8).

Poros ketiga, kata Sohibul, bisa saja diinisiasi oleh PAN, PKB ataupun juga partai yang diketuainya itu. Namun, ia pun tak mengetahui secara pasti apakah nantinya poros di luar Prabowo dan Jokowi itu benar-benar terbentuk. 

"Jadi terkait poros ketiga secara normatif mungkin saja terjadi, tapi realitas politik lah yang mengantarkan apakah (poros ketiga) terjadi atau tidak terjadi," paparnya.

Sohibul juga menyebutkan, jika sampai 08 (julukan Prabowo) tak memilih rekomendasi Ijtima Ulama maka dirinya akan membuka nama-nama baru dalam bursa cawapres Prabowo Subianto. Termasuk juga 9 nama-nama cawapres yang telah telah didorong oleh Majelis Syuro. 

"Tidak memilih ustadz Somad atau Ustadz Salim justru kembali akan hidup cawapres-cawapres PKS yang lain (9 nama) menjadi hidup, karena begitu tidak dipilih hasil Ijtima maka konstelasi koalisi bukan mengerucut tapi makin buyar," katanya.

Meski demikian, kata Sohibul, pihaknya saat ini terus mengikuti perkembangan politik dalam dua hari kedepan. Untuk saat ini, pihaknya masih sepakat untuk tetap mengikuti keputusan Ijtima Ulama dan Majelis Syuro. 

"Keputusan Majelis Syura yang lalu dengan ijtima ulama ada titik temu. Nah disitu lah sekarang fokus kita. Karena PKS juga menghormati dan memperjuangkan seluruh keputusan Ijtima maka juga termasuk didalamnya adalah terus kita mencermati apakah Prabowo memilih Ustad salim atau Ustad Somad," pungkasnya. 

(aim/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up