JawaPos Radar

Jika UAS Dipilih Jadi Cawapres

Presiden PKS: Prabowo Baru Pegang Bola Belum Jelas Dilempar Kemana

07/08/2018, 20:57 WIB | Editor: Kuswandi
Sohibul Iman
Presiden PKS Sohibul Iman saat menggelar konferensi pers di kantor DPP PKS, Selasa (7/8) malam (Igman/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memastikan pihaknya akan legawa jika nantinya Ketua Umum Partai Gerindra akan lebih memilih Ustad Abdul Somad (UAS), dibandingkan kadernya Salim Segaf Aljufri. Partai besutan Sohibul Iman ini menyebut akan taat dengan putusan Ijtima Ulama.

"Kalau Pak Prabowo mau mengambil UAS, ya PKS akan mendukung (hasil) ijtima ulama," kata Presiden PKS Sohibul Iman usai melaksanakan Sidang Majelis Syuro Istimewa di Kantor DPP PKS, Jakarta, Selasa (7/8).

Meski demikian, kata Sohibul, sampai saat ini pun peluang cawapres dinilai masih sangat terbuka. Pasalnya, Prabowo belum juga menentukan pilihan dari rekomendasi hasil ijtima ulama.

"Pak Prabowo sampai hari ini cuma pegang bola (hasil rekomendasi Ijtima Ulama) saja tapi bolanya enggak dilempar ke mana-mana, belum jelas hari ini. Belum dilempar ke UAS (Ustad Abdul Somad) belum dilempar ke Habib Salim. Disitu lah kami terus bangun komunikasi politik," ungkapnya.

Terkait arah koalisi, dia menambahkan, partai yang diketuainya itu dipastikan tak akan berada dikubu petahana. Sebaliknya, PKS telah sepakat untuk adanya pergantian kepemimpinan di pilpres mendatang.

"Kita akan terus memperjuangkan aspirasi masyarakat yang menginginkan perubahan kepemimpinan nasional," pungkasnya.

Sebelumnya, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) telah usai melaksanakan sidang Majelis Syuro Istimewa yang dilaksanakan tertutup di Kantor DPP PKS, Jakarta, Selasa (7/8). Forum tertinggi partai berbasis massa Islam itu berlangsung selama lebih dari delapan jam dan telah menghasilkan sejumlah keputusan penting.

Presiden PKS Sohibul Iman menyebut, partainya telah sepakat untuk tetap berada dalam posisi untuk mengganti kepemimpinan. Namun, tentunya harus melalui jalur yang sesuai konstitusi.

"PKS akan terus perjuangkan aspirasi masyarakat Indonesia yang ingin ada perubahan kepemimpinan secara demokratis dan konstitusional pada pilpres 2019," kata Sohibul saat melakukan konfrensi pers di Kantor DPP PKS, Selasa (7/8).

Keputusan kedua, lanjut Sohibul, mengenai sikap untuk menyetujui untuk terus melanjutkan dan mengawal hasil rekomendasi Ijtima Ulama yang telah menetapkan dua cawapres yang disandingkan dengan Prabowo. Antara lain, Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Aljufri ataupun Ustadz Abdul Somad.

"Patokan bekerja kita adalah keputusan majelis syuro yang telah memunculkan 9 nama (cawapres) dan keputusan Ijtima Ulama. Itu menjadi pegangan kita," ungkapnya.

Terakhir, Sohibul mengungkapkan, dalam musyawarah majelis syuro telah sepakat untuk memberikan mandat kepada dewan pimpinan tingkat pusat (DPTP) untuk terus melakukan komunikasi politik jelang penutupan pendaftaran capres dan cawapres.

"Musyawarah majelis syuro tadi memberikan mandat kepada dewan pimpinan tingkat pusat atau dptp yang merupakan badan pekerja majelis syuro untuk membangun komunikasi politik dalam rangka pembentukan koalisi bersama mitra koalisi," pungkasnya.

(aim/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up