JawaPos Radar

Wartawan Diusir Saat Meliput Kebakaran Pabrik Primapack

07/08/2018, 20:37 WIB | Editor: Soejatmiko
Wartawan Diusir Saat Meliput Kebakaran Pabrik Primapack
DIUSIR: Salah satu wartawan TV nasional dihalau karyawan dan dihalangi liputan. (foto: Dicky Bisinglasi/Malang Post (jawapos grup))
Share this image

JawaPos.com -- Untuk kesekian kalinya pelarangan liputan atas sebuah peristiwa terjadi di Lawang, Kabupaten Malang. Para wartawan dari berbagai media itu, tidak diijinkan mengambil gambar pabrik pengemasan PT Lawangmas Primapack, yang sedang terbakar hebat, Selasa (7/8). 

Padahal, asap hitam terlihat 15 kilometer dari lokasi kejadian. Bahkan informasi soal kebakaran pabrik yang bergerak di bidang printing serta pengemasan yang cukup ternama di Indonesia itu dengan cepat menyebar di media sosial.

Di  lokasi kejadian, petugas pemadam kebakaran tampak hilir mudik sibuk memadamkan api yang diduga berasal dari gudang cat.  Sembilan mobil pemadam kebakaran sibuk memadamkan api.

Wartawan Diusir Saat Meliput Kebakaran Pabrik Primapack
Perawatan: Salah satu korban yang ditolong PMI Kabupaten Malang. (tikahapsari/jawapos.com)

Hanya saja, perusahaan terkesan tidak kooperatif. Awak media yang datang ke pabrik yang mengemas produk makanan, minuman, bahan mentah hingga obat-obatan itu, dihalangi bahkan diusir agar tidak meliput kejadian.

Beberapa orang berseragam satpam  dan sejumlah karyawan laki-laki menghalau wartawan serta fotografer yang melakukan tugas jurnalistik. Bahkan, beberapa jurnalis televisi nasional didorong dan dihalau dari tempat kejadian.

Akhirnya para wartawan tidak dapat masuk ke dalam pabrik. Namun tidak lama kemudian, muncul perwakilan pabrik yang mengaku keamanan pabrik, dari unsur warga. Laki-laki yang belakangan diketahui bernama Mul itu meminta para wartawan ke ruang tamu.

Wartawanpun masuk lagi ke area pabrik. Namun, lagi-lagi sikap penolakan ditunjukkan beberapa karyawan pabrik yang mengenakan safari warna biru tua.

Di ruang tamu, Mul meminta agar wartawan tidak meliput kejadian ini. Pertimbangannya, karena dikhawatirkan berdampak pada kepercayaan klien pabrik yang juga mengemas produk-produk kenamaan negeri itu.

"Perusahaan minta agar kejadian ini tidak diberitakan, tidak di blow up karena berkaitan dengan kepercayaan klien," katanya.

Belum selesai negosiasi yang disetting santai namun penuh tekanan emosi, tiba-tiba saja muncul perempuan paruh baya dengan usia sekitar 40 tahun tiba-tiba masuk ke ruangan tertutup rapat itu.

Tanpa basa-basi, perempuan berambut pendek itu membuka pintu dengan keras. Dengan intonasi tinggi dia meminta agar wartawan tidak memberitakan berita ini. "Kalau teks, boleh. Gambar apalagi film (video) nggak boleh," katanya dengan nada tinggi. "Seharusnya kalian tidak boleh masuk ke sini," hardik dia sembari membanting pintu.

Para wartawan kemudian keluar area pabrik. Ketika di pintu pun sempat terjadi aksi dorong antara salah satu wartawan media online lokal, Toski dengan satpam yang tadi menghalau wartawan. "Kami ini melakukan tugas jurnalistik," tegas Toski.

Sementara itu, akibat peristiwa kebakaran sedikitnya 10 orang yang terpaksa dilarikan ke RS Medika, Lawang, Kabupaten Malang. Umumnya, para korban ini menderita sesak nafas. Bahkan ada beberapa yang menderita luka melepuh kulitnya akibat terbakar.

Pantauan JawaPos.com di lokasi, tampak beberapa karyawan yang duduk selonjor di tepian. Wajah mereka pucat dan terlihat lemas.

Unit Ambulans PMI Kabupaten Malang dan ambulans dari Puskemas setempat mengevakuasi korban dengan segera, awalnya menuju ke mobil layanan kesehatan. Para korban yang sesak nafas diberi bantuan pernafasan dengan tabung oksigen.

Dirasa korban harus mendapatkan pertolongan lanjutan, mereka kemudian dievakuasi ke RS Lawang Medika untuk mendapatkan perawatan medis selanjutnya.

Sirine ambulans meraung-raung membawa korban kebakaran. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. "Teman-teman kesehatan membantu untuk memberikan perawatan medis kepada korban. Umumnya mereka sesak nafas," kata Kapolsek Lawang, Kompol Gaguk Sulistyo Budi, di lokasi kejadian.

Sementara itu, untuk penyebab kebakaran saat ini tengah ditangani oleh Polsek Lawang dan Polsek Singosari. Ini karena, pabrik pengepakan aneka produk itu berada secara geografis di dua wilayah itu. Berlokasi di perbatasan. Sehingga masing-masing areanya masuk di dua kecamatan yang berbeda. "Sedang kami selidiki," tandasnya.

(tik/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up