JawaPos Radar

PLTA Batang Toru akan Pacu Investasi Kawasan Sumatera

07/08/2018, 20:27 WIB | Editor: Bintang Pradewo
PLTA Batang Toru akan Pacu Investasi Kawasan Sumatera
Ilustrasi PLTA. (Istimewa)
Share this

JawaPos.com – Investasi pembangunan pembangkit energi terbarukan akan memasok sumber energi listrik bagi pembangunan wilayah dan pengembangan investasi regional. Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru berkapasitas 510 Mega Watt di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, sebagai bagian integral dari Proyek Strategis Nasional 35.000 MW diharapkan bisa memacu realisasi investasi di Sumatera Utara dan Sumatera.

Anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar Firmandez yang dihubungi melalui telepon seluler, Selasa (7/8/2018), mengatakan, PLTA Batang Toru akan meningkatkan pasokan listrik yang sangat dibutuhkan dunia usaha di Sumatera selama ini. Jaminan pasokan listrik akan membuat sektor riil bergairah sehingga investasi pun bisa meningkat dan perekonomian daerah akan tumbuh lebih cepat lagi.

"Perekonomian akan tumbuh positif. Tidak hanya di Sumut dan Aceh, bila proyek ini sudah selesai, saya optimistis investasi di Pulau Sumatera pun akan tumbuh,” kata Firmandez, Selasa (7/8).

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Aceh itu melihat besarnya kapasitas listrik yang diproduksi. Firmandez yakin PLTA Batang Toru memberikan dampak positif bagi dunia usaha di Sumatera. Sebab, kata dia, persoalan utama sektor usaha di Sumatera disebabkan krisis listrik. Sementara investasi tidak bisa dipisahkan dengan‎ ketersediaan energi.

“Investasi itu berbading lurus dengan kesiapan kemandirian energi.‎ Dengan sistem interkoneksi antarprovinsi seperti sekarang ini, saya‎ yakin PLTA ini sangat membantu mempercepat investasi di Sumatera,” kata Firmandez.

PLTA Batang Toru merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional‎ Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla untuk mendorong pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi ke luar Pulau Jawa. Proyek ini menggunakan energi baru terbarukan yang menjadi perhatian utama Presiden Jokowi dan Wapres Kalla berkaitan mengantisipasi perubahan iklim.

Proyek ini merupakan pembangkit energi terbarukan yang ditargetkan beroperasi tahun 2022. Pembangkit berteknologi canggih ini didesain irit lahan dengan hanya memanfaatkan badan sungai seluas 24 Hektare (Ha) dan lahan tambahan di lereng yang sangat curam seluas 66 Ha sebagai kolam harian untuk menampung air.

Air kolam harian tersebut akan dicurahkan melalui terowongan bawah tanah menggerakkan turbin yang menghasilkan tenaga listrik sebesar 510 MW. PLTA Batang Toru sangat efisien dalam penggunaan lahan, terutama jika dibandingkan dengan Waduk Jatiluhur di Jawa Barat yang membutuhkan lahan penampung air seluas 8.300 Ha untuk membangkitkan tenaga listrik berkapasitas 158 MW.

(jpg/bin/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up