JawaPos Radar

Tolak Kedatangan Neno Warisman

Mahasiswa: Deklarasi #2019Ganti Presiden Curi Start dan Pemicu Konflik

07/08/2018, 20:03 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Mahasiswa: Deklarasi #2019Ganti Presiden Curi Start dan Pemicu Konflik
Aksi demonstrasi mahasiswa tolak deklarasi #2019GantiPresiden. (Siti Fatonah/ JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Puluhan Mahasiswa Bandung melakukan aksi tolak deklarasi tagar 2019 Ganti Presiden yang akan di gelar pada 18 Agustus mendatang di Bandung Jawa Barat. Pasalnya dekalaradi tersebut mencuri start kampanye Pilpres 2019 yang saat ini belum waktunya.

Feri Johansyah selaku koordinator aksi menilai deklarasi tagar 2019 ganti presiden merupakan sebagai tindakan curi start kampanye salah satu calon presiden. Padahal kata dia saat ini belum ada Calon Presiden atau wakil yang mendaftarkan diri untuk maju dalam kontestasi Pilpres 2019.

Selain itu juga, acara tersebut akan memicu atau menggaggu kondusifitas masyarakat Jawa Barat. Sehingga alangkah lebih baiknya deklarasi tersebut dibatalkan, kalau pun tetap digelar anggota Forum Pasundan Bergerak akan terus bergerak untuk menghalangi aktivis perempuan Neno Warisman dan cs datang ke Kota Bandung.

"Karena jika dilaksanakan bisa saja membuat kegaduhan. Ini belum saatnya masa kampanye dimulai tapi mereka sudah membuat dekalarasi 2019 ganti presiden segala macam. Alangkah lebih baiknya dan eloknya kalau mereka melaksanakan itu di masa kampanye," kata Feri di Pusdai Jalan Diponegoro, Bandung, Selasa (7/8).

Menurutnya, pihaknya tidak ingin Jabar terjadi komplik hanya karena perpedaan pilihan. Dalam hal ini masyarakat Jabar lasti memiliki pilihan baik pro Ganti Presiden ataupun Jokowi 2 periode. Sehingga cukup yang memiliki kepentingan politik saja yang panas tentang isu Capres dan Cawapres. Masyarakat Jabar tetap tertib, aman dan damai dalam Pilpres 2019 mendatang.

"Ini sebenarnya masih koridor konstitusional. Tapi mengingat kita yang majemuk dan tidak hanya masyarakat umat Islam saja di Jabarini. Sebetulnya ini kepentingan politik sebagai pusat konsolidasi," ungkapnya.

Maka sebaiknya, kata dia deklarasi dilakukan di kantor partai koalisi saja tidak di tempat umum, terkhusus Bandung, Jabar. "Di tempat lain, di kantor partai koalisi, sehingga Jabar ini tidak ada kegaduhan konflik dan segala macam, mungkin saja ada masyarakat yang pro pak Jokowi yang melanjutkan dua periode," tuturnya.

(ona/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up