JawaPos Radar

Piala AFF U-16 2018

Suporter Indonesia Diimbau Hormati Malaysia

07/08/2018, 19:29 WIB | Editor: Agustinus Edy Pramana
Piala AFF U-16 2018, Timnas U-16, Timnas U-16 Indonesia, Semifinal, Malaysia, Suporter Indonesia
Suporter Indonesia harus menjadi tuan rumah yang baik (Angger Bondan/Jawa Pos)
Share this image

JawaPos.com - Pertemuan antara Tim Nasional (Timnas) U-16 Indonesia dengan Malaysia pada semifinal Piala AFF U-16 2018, membuat panitia penyelenggara ekstrawaspada. Pihak panitia mengimbau seluruh pihak agar tidak memprovokasi dan saling respek.

Pertemuan kedua negara bisa dibilang sebagai ulangan semifinal Piala AFF U-19 2018, dua minggu yang lalu. Pada saat itu Malaysia berhasil mengalahkan Indonesia dalam drama adu penalti. Malaysia akhirnya keluar sebagai juara di ajang tersebut.

Hubungan kedua negara sempat 'memanas' sebelum Piala AFF U-16 2018 dimulai. Penyebabnya adalah ulah pemain Malaysia, Amirul Ashrafiq yang membalik bendera Indonesia dalam story di akun Instagram pribadinya.

Piala AFF U-16 2018, Timnas U-16, Timnas U-16 Indonesia, Semifinal, Malaysia, Suporter Indonesia
Fans Indonesia saat membuat korea bendera Merah Putih (Angger Bondan/Jawa Pos)

Berkaca dari ketegangan kedua negara sebelum turnamen berlangsung, Wakil Ketua Panitia Piala AFF U-16, Amir Burhannudin SH berharap semua pihak bisa menjaga diri dan ketertiban. Baik di stadion maupun di media sosial.

"Pertandingan sepak bola ini merupakan sebuah games. Marilah kita menghargai, respek terhadap pemain, baik itu pemain Indonesia maupun Malaysia. Mungkin selama ini suasana panas terjadi di media sosial. Tapi marilah di lapangan semua itu kita hilangkan," ajak Amir.

Dalam rilis yang diterima JawaPos.com, Selasa (7/8) petang, Amir menjelaskan bahwa Piala AFF U-16 adalah sebuah turnamen kelompok umur. Sehingga, jangan sampai diracuni dengan perasaan dan ujaran-ujaran kebencian.

"Kami sudah mendapat sorotan yang buruk saat Piala AFF U-19. Kami berharap sekarang ini semua masyarakat Indonesia terutama suporter untuk mengubah sikap menjadi tuan rumah yang baik," harap Amir.

"Sekali lagi, ini adalah turnamen kelompok umur. Mereka masih anak-anak. Anggap saja mereka adalah anak kita sendiri. Menang kita sanjung, kalah pun tetap kita dukung," imbuhnya.

"Demikian juga dengan tim Malaysia, mereka juga masih anak-anak. Jangan beri mereka kenangan tidak bagus terhadap perbuatan kita. Mari kita buat mereka memiliki kenangan manis dengan sambutan yang manis dan dukungan. Mari kita tunjukkan kita adalah bangsa yang sopan, menghargai bangsa lain," tutup Amir.

(saf/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up