JawaPos Radar

Belajar Sejarah, Pelajar di Jepang Bikin VR Bom Hiroshima

07/08/2018, 19:01 WIB | Editor: Fadhil Al Birra
virtual reality, pelajar jepang vr hiroshima, vr bom hiroshima
Ilustrasi: seseorang tengah merasakan teknolgi Virtual Reality (VR). (JustScience)
Share this

JawaPos.com - Pemanfaatan teknologi Virtual reality (VR) cukup beragam. Tidak hanya digunakan sebagai hiburan, VR juga bisa dimanfaatkan untuk pendidikan. Sebuah contoh yang baik ini terjadi di Negeri Sakura, Jepang.

Sebagaimana JawaPos.com lansir dari laman Ubergizmo, Selasa (7/8), siswa sekolah menengah di sana menghadirkan teknologi VR untuk mendukung pembelajarannya. Mereka mencoba pengalaman VR dengan tema Bom Hirosima. VR berdurasi lima menit itu memperlihatkan pemandangan dan suara seperti ketika Kota Hiroshima dihantam bom atom yang mematikan. Pengalaman yang dirasakan pun benar-benar seperti kejadian aslinya.

Video VR untuk belajar sejarah bom Hiroshima. (virtual reality, pelajar jepang vr hiroshima, vr bom hiroshima)

Pengenalan VR bom Hirosima tersebut berlangsung kemarin, Senin (6/8). Ini juga bertepatan dengan momen terjadinya bom Hirosima 73 tahun silam. Tepatnya 6 Agustus 1945, Amerika Serikat (AS) menjatuhkan bom berjuluk ‘Little Boy’ di Kota tersebut. Namun kini, siapa pun sepakat bahwa tidak ada yang ingin mengulangi tragedi yang sempat menghancurkan Hiroshima tersebut.

Seperti sempat di singgung di atas, ide di balik pengalaman VR ini adalah memberi orang lain gambaran tentang suatu kejadian. Kamu bisa merasakan sendiri seolah berada di lokasi. Harapannya tentu untuk mencegah orang mengulangi kejadian yang sama.

Teknologi VR bom Hirosima ini dirancang dengan mempelajari foto-foto lama, kartu pos, juga wawancara dengan orang-orang yang selamat saat kejadian. Mereka memberi pengalaman dan umpan balik mengenai peristiwa menakutkan itu.

Menurut Mei Okada, salah satu siswa yang mengerjakan proyek ini mengatakan bahwa ketika orang menjajal VR ini tanpa bahasa sekali pun, mereka akan langsung melihatnya. “Anda akan langsung mengerti betapa mengerikannya peristiwa tersebut,” katanya dalam sebuah laporan.

“Itu jelas merupakan salah satu manfaat dari pengalaman VR ini. Tujuannya agar orang-orang berhenti memikirkan peperangan,” ujarnya.

Bahkan salah satu siswa yang sebelumnya tidak begitu tertarik dengan apa yang terjadi di masa lalu, tetapi ketika dia mencoba alat ini, seketika pandangannya berubah.

“Ketika saya melihat bangunan sebelum bom atom jatuh dan setelahnya, saya melihat banyak foto bangunan yang hilang. Saya benar-benar merasakan betapa menakutkan bom atom,” kata Yuhi Nakagawa, 18.

“Jadi saat melihat pemandangan ini, saya merasa sangat penting untuk membagikan ini kepada yang lain,” sambungnya.

(ryn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up