JawaPos Radar

Aksi Demo Siswa di Bangladesh Makin Ricuh

07/08/2018, 19:10 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
aksi demo siswa bangladesh makin ricuh
Lebih dari seminggu puluhan ribu siswa melakukan aksi demonstrasi setelah dua siswa sekolah meninggal akibat kecelakaan di jalan Bangladesh (Munir Uz Zaman/AFP)
Share this

JawaPos.com - Lebih dari seminggu puluhan ribu siswa melakukan aksi demonstrasi setelah dua siswa sekolah meninggal akibat kecelakaan di jalan Bangladesh. Mereka menuntut agar aturan lalu lintas demi keselamatan di jalan diperbaiki.

Namun aksi tersebut malah berakhir ricuh bahkan polisi mengeluarkan gas air mata dan peluru karet kepada para pengunjuk rasa. Aksi demo tersebut menjadi ricuh dan melibatkan kekerasan, banyak orang yang terluka terutama setelah polisi menembakkan gas air mata. Bukan hanya para demonstran, fotografer dan mobil duta besar Amerika Serikat (AS) jadi sasaran.

Puluhan ribu siswa dan mahasiswa telah melumpuhkan Ibu Kota Dhaka selama sembilan hari terakhir. Mereka membakar delapan bus dan mendesak keselamatan jalan yang lebih baik setelah peristiwa kecelakaan yang melibatkan bus melaju kencang, menabrak dua remaja pada 29 Juli lalu hingga tewas.

aksi demo siswa bangladesh makin ricuh
Namun aksi tersebut malah berakhir ricuh bahkan polisi mengeluarkan gas air mata dan peluru karet kepada para pengunjuk rasa (AFP)

Kepala Kepolisian setempat Rafiqul Islam mengatakan, bentrokan baru kembali terjadi pada Senin, (6/8), saat polisi menggunakan gas air mata untuk membubarkan masa. Bentrokan itu juga melukai empat petugas polisi.

"Mereka mencoba membakar kamp polisi. Kami menembakkan gas air mata untuk membubarkan mereka," katanya seperti dilansir AFP pada Senin, (6/8).

Para pelajar mengatakan, polisi menembakkan peluru karet ke para pengunjuk rasa di lingkungan Bashundhara. Bashundhara merupakan rumah bagi dua universitas swasta, selain itu anggota sayap mahasiswa Partai Liga Awami yang berkuasa juga menyerang para pengunjuk rasa dengan tongkat dan batu bata.

Menurut Daily Star, setidaknya 40 orang terluka dalam bentrokan di Bashundhara. "Situasinya sangat buruk. Kami telah membawa setidaknya tiga siswa ke Rumah Sakit Apollo terdekat," kata seorang siswa, Z Mallick.

Bentrok hingga kini masih terjadi dan mengundang kritik media asing, PBB, serta kelompok HAM lainnya. Hal ini juga menjadi ujian besar pemerintah Perdana Menteri Sheikh Hasina menjelang pemilihan Desember mendatang.

(trz/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up