JawaPos Radar

WNA Kehilangan Dokumen Saat Gempa Lombok Tak Perlu Lapor Polisi

Kantor Imigrasi Mataram Bentuk Posko Bersama

07/08/2018, 17:06 WIB | Editor: Ilham Safutra
WNA Kehilangan Dokumen Saat Gempa Lombok Tak Perlu Lapor Polisi
Korban gempa Lombok tengah berupaya mengumpulkan puing-puing rumahnya. (Ivan/Lombok Pos/Jawa Pos Group)
Share this image

JawaPos.com - Saat gempa terjadi, 13.037 warga negara asing (WNA) sedang berada di Lombok. Hal tersebut berdasar data perlintasan WNA yang masuk melalui Bandara Internasional Lombok periode Januari-Juli 2018. Kepala Bagian Humas dan Umum Direktorat Jenderal Imigrasi Agung Sampurno menjelaskan bahwa WNA tersebut berasal dari 74 negara.

"Terbanyak berasal dari Prancis 448 orang, Australia 406 orang, Britania Raya 376 orang, Jerman 326 orang, dan Belanda 298 orang," ucapnya kemarin.

WNA yang kehilangan dokumen perjalanan dapat meminta emergency document dari kedutaan masing-masing. Pemerintah mempermudah dengan tidak perlu membuat laporan kehilangan dari polisi dan surat pengantar dari kantor imigrasi. Hingga kemarin sore, ada satu WN Tiongkok yang datang melaporkan kehilangan dokumen perjalanannya ke Kantor Imigrasi Mataram.

WNA Kehilangan Dokumen Saat Gempa Lombok Tak Perlu Lapor Polisi
Kantor Imigrasi Mataram bentuk posko bersama di Bandara Lombok (Didit/Lombok Post/Jawa Pos Group)

Kantor Imigrasi Mataram telah berkoordinasi dengan Kedutaan Tiongkok untuk diterbitkan emergency passport guna kepentingan proses kepulangannya.

"Saat ini Kantor Imigrasi Mataram telah membuat posko bersama di Bandara Lombok Raya. Tugasnya adalah mendata dan membantu proses kepulangan WNA," papar Agung.

Di Bali saat ini sedang digelar kegiatan 7th Bali Process Ministerial Conference. Kegiatan itu berlangsung sampai hari ini (7/8). Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Arrmanatha Nasir menuturkan, kegiatan Bali Process tersebut tetap berjalan sesuai jadwal.

Kemenlu juga menginformasikan, tidak ada laporan bahwa ada WNA atau turis asing yang menjadi korban luka maupun meninggal akibat gempa berkekuatan 7 SR itu. Kemenlu juga menyampaikan bahwa kondisi Bandara Internasional Lombok dan Bali berjalan normal setelah gempa terjadi. Sementara itu, pemerintah Singapura dan Inggris mengeluarkan imbauan bagi warga negaranya yang berada atau bakal melakukan perjalanan ke Lombok. 

(lyn/wan/agf/c10/tom)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up