JawaPos Radar

Kata BNPB Ini Kendala Penanggulangan Bencana di Lombok

07/08/2018, 16:54 WIB | Editor: Kuswandi
Sutopo Purwo Nugroho for Jawa Pos
epala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho (Sutopo Purwo Nugroho for Jawa Pos)
Share this image

JawaPos.com - Pemerintah terus berbenah usai gempa dengan kekuatan 7 skala richter mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Namun upaya revitalisasi daerah yang terkena goncangan banyak terkendala sejumlah masalah.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, sejumlah masalah yang menghambat yakni karena listrik masih padam di sejumlah lokasi.

"Listrik masih padam di Kabupaten Lombok Utara dan sebagian Lombok Timur. Pemadaman terjadi akibat adanya beberapa infrastruktur jaringan dan gardu yang mengalami kerusakan," ujar Sutopo di Kantor BNPB Jalan Pramuka Raya, Jakarta Timur, Selasa (7/8).

Selain itu dari penelusuran tim gabungan, didapati setidaknya ada lima jembatan yang rusak. Sehingga membuat akses penyaluran bantuan ke posko pengungsian menjadi terhambat.

"Lima jembatan rusak yaitu, Jembatan Tampes yang menghubungkan Kecamatan Bayan dengan Kecamatan Kayangan. Jembatan Lokok Duren, Jembatan Luk, Jembatan Sokong yang mengalami kerusakan pada balok induk sepanjang 15 centimeter, dan Jembatan Lokok Tampes," sambung Sutopo.

Sutopo menuturkan, masalah lain yakni susahnya mencari sumber air bersih untuk Mandi, Cuci, Kakus (MCK). Seperti di Desa Obel-obel Kabupaten Lombok Timur mata air dan sumur menjadi kering pasca gempa, Air PDAM juga menjadi keruh dan beberapa sumur bor berwarna kecokelatan.

Selain itu masalah komunikasi juga masih menjadi pekerjaan rumah tim gabungan. Karena hampir seluruh operator seluler masih terganggu dalam penyediaan sinyal telepon.

Akibat permasalahan itu, maka perokonomian di Lombok belum berjalan normal. Masyarakat setempat masih bergantung pada bantuan yang diberikan oleh pemerintah maupun pihak lain.

"Kegiatan perekonomian masih lumpuh total, masyarakat masih mengandalkan bantuan untuk urusan logistik," pungkasnya.

Sementara itu untuk menunjang penanganan bencana Lombok ini, BNPB telah mengirim dua unit helikopter untuk mempermudah pendistribusian logistik. Selain itu BNPB juga telah menambah 21 ton bantuan logistik untuk para korban gempa.

(sat/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up