JawaPos Radar

Sempat Diburu FBI, Polri Serahkan Kapal Pesiar Mewah ke Malaysia

07/08/2018, 18:45 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Sempat Diburu FBI, Polri Serahkan Kapal Pesiar Mewah ke Malaysia
Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Kapolri Jendral Tito Karnavian. (Desyinta Nuraini/ JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menyerahkan kapal pesiar mewah Equanimity ke Polis Diraja Malaysia (PDRM). Adapun kapal tersebut sempat diburu Federal Bureau Investigation (FBI).

"Kapal sudah diserahkan hari ini mungkin dibawa di perairan Batam, perbatasan Johor," ujar Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Auditorium PTIK, Jakarta, Selasa (7/8).

Kata dia, penyerahan kapal ke itu berdasarkan permintaan resmi otoritas polisi Malaysia. "Karena dianggap mereka ada hubunganya dengan perkara di situ. Requestnya resmi dan kita melaksanakan mekanisme police to police," jelas mantan Kapolda Metro Jaya itu.

Rencananya, kapal itu akan bermuara ke Kuala Lumpur. Hal ini berarti, Polri tidak lagi terlibat penyelidikan terhadap kapal mewah yang berkaitan dengan skandal 1Malaysia Development Berhad (1MDB), PM Najib Abdul Razak tersebut.

"Setelah itu sudah menjadi kewenangan kepolisian Malaysia untuk melanjutkan penyelidikan perkara tersebut," tegas Tito.

Sebelumnya, Bareskrim Polri mampu menghentikan kapal Equanimity yang sudah beberapa tahun diburu oleh Federal Bureau Investigation (FBI). Kapal tersebut bernilai USD 250 juta yang diduga merupakan hasil tindak pidana pencucian uang.

Penangkapan kapal itu memang membuat heboh Malaysia. Sebab, ada dugaan kapal itu berkaitan dengan skandal 1Malaysia Development Berhad (1MDB) yang dituduhkan pada PM Najib Abdul Razak. Bahkan, bekas Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad sempat mengecam sikap diam Najib terhadap pebisnis Low Taek Jho dan Kementerian Kehakiman AS (DOJ) terkait penyitaan kapal pesiar Equanimity.

Mahathir secara frontal menyebut kalau kapal yang dirupiahkan sekitar Rp 3,4 triliun itu dibeli dengan menggunakan dana 1MDB yang diselewengkan. 

(dna/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up