JawaPos Radar

Pilpres 2019

Jokowi-Prabowo Bingung Pilih Pendamping, Fahri: Cawapres Kan Ban Serep

07/08/2018, 17:45 WIB | Editor: Estu Suryowati
Jokowi-Prabowo Bingung Pilih Pendamping, Fahri: Cawapres Kan Ban Serep
Fahri Hamzah di sela-sela acara May Day, Selasa (1/5). (Sabik Aji Taufan/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Konstelasi politik jelang penutupan pendaftaran capres dan cawapres berlangsung sangat dinamis. Kubu petahana dan penantang masih enggan mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Legislator asal Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) Fahri Hamzah pun ikut mengungkapkan analisisnya. Ia menyebut, parpol semestinya tak perlu dipusingkan dengan nama cawapres. Pasalnya, kata Fahri, yang terpenting capresnya harus mampu menjadi pemimpin.

"Masalahnya bukan cawapresnya. (Tapi) capresnya harus ada yang greget lah. Orang tahu cawapres itu embel-embel. Cawapres itu adalah ban serep. Cawapres itu pembantu presiden. Kalau nggak dikasih kewenangan sama presiden dia nggak ada apa-apa," kata Fahri di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (7/8).

Jika dikalkulasi politik, kata Fahri, posisi menteri lebih strategis daripada wakil presiden. Pasalnya, kata dia, menteri akan memegang portofolio.

"Kalau saya tanya, (misalnya) anggaran Mendikbud Rp 80 triliun, anggaran Menhan atau Kepolisian Rp 40 triliun atau ada yang Rp 60 triliun, berapa anggarannya wapres? Paling Rp 20 miliar setahun karena dia sebenernya nggak pegang itu. Yang punya kewenangan itu presiden," ungkapnya.

"Nggak ada itu namanya Kepwapres. Adanya Keppres (keputusan presiden). Jadi, wapres itu embel-embel. Saya nggak tahu kenapa ramai banget itu," sambungnya.

Oleh karena itu, ia memandang seharusnya masyarakat memperhatikan posisi capresnya, bukan cawapres. Apalagi saat ini Fahri menilai belum ada figur yang tepat di posisi capres.

"Belum ada yang sangat greget lah (posisi capres). Jadi ditinjau berbagai besarnya persoalan kita itu belum ada (capres) yang berbicara kuat untuk menentukan arah kita yang benar. Harusnya kita tagih orang itu, suruh bicara dari sekarang apa idenya," pungkasnya.

(ce1/aim/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up