JawaPos Radar

Pabrik Lawangmas Primapack Terbakar

07/08/2018, 16:20 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Pabrik Terbakar
KEBAKARAN: Asap membumbung tinggi dari pabrik pengemasan yang terbakar di Lawang, Selasa (7/8). (Tika Hapsari/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Kebakaran kembali melanda wilayah Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur (Jatim), Selasa (7/8). Kali ini, si jago merah melalap bangunan milik PT Lawangmas Primapack Indonesia.

Kebakaran diketahui terjadi sekitar pukul 12.00 WIB. Api pertama terlihat di gudang penyimpanan tinta dan tinner milik perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur printing dan packaging itu.

Informasi yang dikumpulkan JawaPos.com di lokasi kejadian, peristiwa bermula saat sebagian karyawan istirahat. Namun ada beberapa karyawan yang masih bertahan di gudang untuk melakukan pekerjaannya.

Tiba-tiba muncul percikan api dan cepat merembet hingga ke seluruh penjuru gudang penyimpanan. Sebagian karyawan yang berada di dalam ruangan langsung semburat keluar. Mereka lantas bergerombol di sekitar lokasi pabrik.

Tidak lama kemudian, polisi, koramil dan pemadam kebakaran datang ke lokasi kejadian. Ambulans milik PMI dan Puskemas juga tampak di tempat kejadian.

Setidaknya ada sembilan mobil pemadam kebakaran yang berusaha menaklukkan si jago merah. Mobil tangki milik PDAM Kabupaten Malang turut hilir mudik.

Tidak jauh dari pintu keluar pabrik, terdapat kaleng-kaleng cairan tinta dengan aroma yang menyengat. Para karyawan menggunakan masker untuk melindungi pernapasan mereka. "Menepi, menepi, jangan di tengah," teriak beberapa karyawan pabrik memperingatkan rekannya.

Kapolsek Lawang Kompol Gaguk Sulistyo Budi menjelaskan, pihaknya mendapatkan laporan kebakaran sekitar pukul 13.00 WIB. Kemudian petugas melakukan pengecekan ke lokasi. Ternyata benar ada kebakaran. "Kami lantas berkoordinasi dengan pemadam kebakaran. Ada sembilan unit (mobil pemadam yang dikerahkan)," kata Gaguk di lokasi kejadian.

Untuk penyebab kebakaran, Gaguk belum bisa menyampaikan secara pasti. Petugas masih melakukan penyelidikan. "Penyebab masih dalam penyelidikan. Tim masih bekerja di lapangan. Jadi penyebab pasti belum diketahui," tandasnya.

(tik/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up