JawaPos Radar

Ketika Predikat 'Spesialis Runner Up' Kian Lengket dengan Sindhu

07/08/2018, 16:15 WIB | Editor: Banu Adikara
Pusarla Venkata Sindhu, India, bulu tangkis, Asian Games 2018
Pebulu tangkis India Pusarla Venkata Sindhu (bwfbadminton.com)
Share this image

JawaPos.com - Untuk kesekian kalinya, pebulu tangkis putri India Pusarla Venkata Sindhu gagal meraih gelar juara setelah ia kandas di partai final Kejuaraan Dunia 2018. Predikat sebagai pebulu tangkis spesialis runner up pun kian menempel pada dirinya.

Medali perak di Kejuaraan Dunia 2018 yang ia raih setelah dikalahkan Carolina Marin (Spanyol) pada Minggu (5/8) kemarin adalah medali perak keempat Sindhu di tahun ini.

Menengok ke beberapa bulan terdahulu, Sindhu juga merasakan pahit yang sama saat ia cuma sanggup naik ke podium kedua setelah kalah di India Terbuka 2018 oleh Zhang Beiwen (Amerika Serikat). Medali perak berikutnya nyaris ia dapatkan di Commonwealth Games 2018. Sial, ia harus mengakui kehebatan kompatriotnya, Saina Nehwal di babak pamungkas.

Sindhu kembali berpeluang meraih medali emas di Thailand Terbuka 2018. Lagi-lagi harapan itu sirna setelah ia dipecundangi musuh besarnya, Nozomi Okuhara (Jepang).

Mundur lagi ke tahun 2017, Sindhu cuma memenangi dua gelar juara dari total lima babak final yang ia mainkan, yakni di India Terbuka 2017 atas Marin, dan Korea Selatan Terbuka 2017 atas Nozomi. Ia gagal menang di tiga turnamen sisanya, yakni di Kejuaraan Dunia 2017, Hongkong Terbuka 2017, dan Dubai Superseries Finals 2017.

Dari seluruh level turnamen yang ia mainkan dari tahun 2011, Sindhu baru punya 10 gelar juara dari total 13 babak final yang ia lakoni, termasuk Olimpiade Rio de Janeiro 2016.

Mengomentari hal tersebut, Sindhu mengaku cukup frustrasi. "Tentu sangat sedih ketika sudah bermain di babak final tapi lagi-lagi harus kalah. Saya punya ekspektasi baik terhadap diri saya, tapi hasil kerap berkata lain," ujar Sindhu seperti dilansir timesofindia.com.Mengomentari hasil di Kejuaraan Dunia 2018, Sindhu menuturkan bahwa ia sebetulnya bisa bermain lebih baik dari itu. "Saya sempat memimpin, tapi eror yang saya buat karena kurang sabar akhirnya malah membuat keadaan berbalik," ujarnya.Meski kecewa, Sindhu tidak mau terlalu lama bersedih. Didapuk memimpin tim beregu putri di Asian Games 2018, Sindhu yang kini duduk di ranking 3 dunia bertekad merontokkan predikat spesialis runner up pada dirinya. "Saya akan kembali berlatih keras untuk bermain lebih baik lagi," ujarnya.

(kar/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up