JawaPos Radar

Kejari Periksa Mantan Kacab BRI Pekanbaru

07/08/2018, 16:04 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Kejari Pekanbaru
Kajari Pekanbaru Suripto Irianto (tengah depan) saat ekspos penangkapan mantan Kacab BRI Agro Pekanbaru Syahroni Hidayat (rompi putih) beberapa waktu lalu. (Virda Elisya/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru kembali memeriksa Syahroni Hidayat. Mantan Kepala Cabang BRI Agro Pekanbaru itu diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan rekayasa kredit.

Ini merupakan pemeriksaan kedua setelah Syahroni ditangkap unit intel Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara (Sumut) pada 1 Agustus lalu. Sebelumnya, Syahroni masuk daftar pencarian orang (DPO) sejak akhir 2017.

"Pemeriksaan Senin (6/8) kemarin merupakan pemeriksaan kedua," kata Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejari Pekanbaru Ahmad Fuady dalam keterangannya, Selasa (7/8).

Fuady menuturkan, penyidik segera merampungkan berkas perkaranya. Supaya kasus ini bisa dilimpahkan. "Jika dari hasil pemeriksaan ini dirasa cukup untuk pembuktian, maka (berkas perkara) segera dilimpahkan ke Jaksa Peneliti untuk ditelaah," tuturnya.

Setelah penelaahan dilakukan dan dinyatakan telah lengkap, berkas akan dilimpahkan kembali ke Jaksa Penuntut Umum. Kemudian Syahroni akan disidang.

Dalam kasus ini, penyidik Pidana Khusus Kejari Pekanbaru telah menetapkan dua orang sebagai tersangka. Yakni, Jauhari Y Hasibuan (JYH) yang merupakan mantan pegawai PT Perkebunan Nasional (PTPN) V, dan Syahroni Hidayat (SH). Tersangka Jauhari telah meninggal dunia saat masa penahanan di Rutan Sialang Bungkuk. Sehingga proses hukumnya otomatis gugur.

Sekedar informasi, kasus ini berawal dari ditemukannya barang bukti dugaan tindak pidana korupsi kredit fiktif BRI Agro kepada debitur perkebunan seluas 54 hektare. Barang bukti berupa Surat Keterangan Ganti Rugi (SKGR) senilai Rp 4 miliar.

Saat itu, pihak bank memberikan kredit dalam bentuk modal kerja untuk pembiayaan dan pemeliharaan kebun kelapa sawit di Desa Pauh Kecamatan Bonai Darussalam, Rokan Hulu (Rohul). Kredit diberikan kepada 18 debitur atas nama Sugito dan kawan-kawan, dengan total luas lahan kelapa sawit seluas 54 hektare sebagai agunan.

Namun lahan seluas 54 hektare yang menjadi agunan kredit sebesar Rp 4 miliar pada 2009, diketahui tidak dikuasai BRI Agro Cabang Pekanbaru sebagai pihak pemberi kredit. SKGR berada di tangan seorang oknum BPN Rohul. Sekarang lahan tersebut masuk daerah Kampar.

Jangka waktu kredit selama satu tahun dan jatuh tempo Februari 2010. Kemudian diperpanjang beberapa kali hingga Februari 2013. Namun sejak 2015, kredit dikategorikan bermasalah dengan nilai sebesar Rp 3.827.000.000.

Agunan kebun kelapa sawit seluas 54 hektare tidak dikuasai BRI Agro dan tidak dapat ditingkatkan menjadi Sertifikat Hak Milik (SHM). Karena lahan dalam area pelepasan kawasan 3 perusahaan serta termasuk dalam kawasan kehutanan.

(ica/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up