JawaPos Radar

Hamdalah, Perjuangan Arnita Si Gadis Mualaf Berakhir Manis

07/08/2018, 16:02 WIB | Editor: Imam Solehudin
Arnita
Arnita (dua dari kiri) di Kantor Ombudsman RI, Kamis (2/8). Tampak Pengacara Arnita, Aldwin Rahadian (tiga dari kanan). (Ist/Jawapos.com)
Share this image

JawaPos.com - Kasus pencabutan beasiswa terhadap mahasiswa Intitute Pertanian Bogor (IPB) Arnita Rodelina Turnip perlahan mulai selesai. Uang perkuliahan yang sempat menunggak lima semester telah dilunasi oleh pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun, Sumatera Utara.

Selain beasiswa pendidikan, Arnita ternyata mendapat bantuan pula uang untuk hidup sehari-hari. Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Simalungun, Parsaulian Sinaga mengatakan jumlah biaya sehari-hari mahasiswa penerima beasiswanya yakni Rp 1 juta per bulan.

Rinciannya uang tersebut dikirim langsung ke rekening mahasiswa penerima, dan tidak bisa diwakilkan. Berbeda dengan uang pendidikan yang langsung dibayarkan kepada pihak universitas.

"Biaya hidup mahasiswa Simalungun penerima BUD itu Rp 1 juta per bulan, jadi satu semester dikali Rp 1 juta, dan itu di transfer ke rekening mahasiswa sedangkan rekening biaya kuliah di transfer ke IPB," ujar Parsaulian di Kantor Ombudsman RI Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (7/8).

Namun biaya hidup tersebut belum diberikan kepada Arnita. Sebab mahasiswa penerima beasiswa harus mengajukan surat permohonan pencairan dana terlebih dahulu.

"Kita sudah layangkan surat kepada yang bersangkutan (Arnita) agar kembali mengirim permohonan dan sekaligus menyatakan nomor rekening yang aktif," lanjut Parsaulian.

Nantinya ketika surat permohonan Arnita telah masuk ke Pemkab Simalungun, maka proses pencairan bisa segera dilakukan sesuai prosedur penyaluran uang yang berlaku.

"Kami menunggu (surat permohonan) dari mahasiswa kami. (Pencairan dana) akan kami proses sesuai ketentuan penyaluran keuangan," pungkasnya.

(sat/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up