JawaPos Radar

Kapolri Minta Jangan Ada Isu Provokatif di Pilpres 2019

07/08/2018, 15:30 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Kapolri Minta Jangan Ada Isu Provokatif di Pilpres 2019
Kapolri Jendral Tito Karnavian. (Dok. JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Pilpres 2019 mendatang diharapkan berlangsung aman dan damai. Permintaan itu datang dari Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

"Tidak membawa isu provokatif apalagi black campaign dan lain-lain yang mungkin bisa mengganggu yang lain," ujarnya Auditorium PTIK, Jakarta, Selasa (7/8).

Apalagi kata dia, Indonesia sudah 20 tahun reformasi. Oleh karena itu, semua pihak harus menunjukkan kedewasaan dalam berdemokrasi dengan mengadakan kontestasi, memilih pemimpin dengan cara-cara yang elegan, baik, dan positif. "Jangan sampai melakukan aksi anarkistis, jangan menghalalkan segala cara," tegas Tito.

Kapolri Minta Jangan Ada Isu Provokatif di Pilpres 2019
Ilustrasi Pilpres 2019. (Kokoh Praba/ JawaPos.com)

Sementara itu, pihaknya akan memproses pihak-pihak yang terbukti melakukan pelanggaran hukum dalam pemilu, termasuk bertindak provokatif. "Kita akan lakukan tindakan tegas, di samping kita lakukan pendekatan agar tidak terjadi pelanggaran hukum," pungkas Tito.

Sebelumnya, pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam memimpin Rapat Umum Relawan Jokowi di SICC, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (4/8) viral di media sosial. Semula, Jokowi ingin para relawan untuk bersatu dan kerja keras.

Namun, Jokowi kemudian mengungkapkan pernyataan yang dinilai provokatif. "Tidak usah suka mencela, tidak usah suka menjelekkan orang lain. Tapi kalau diajak berantem juga berani," katanya.

"Tapi jangan ngajak lho. Saya bilang tadi, tolong digarisbawahi. Jangan ngajak. Kalau diajak, tidak boleh takut," sambungnya. 

(dna/ce1/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up