JawaPos Radar

Pilpres 2019

Grace Natalie Sebut Pidato Jokowi Sebenarnya Bangunkan Silent Majority

07/08/2018, 15:15 WIB | Editor: Estu Suryowati
Grace Natalie Sebut Pidato Jokowi Sebenarnya Bangunkan Silent Majority
Grace Natalie memaknai arahan Jokowi pada para relawan adalah menggugah silent majority yang selama ini diam melihat intoleransi dan maraknya hoax. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendadak kontroversial. Petahana di Pilpres 2019 tersebut meminta para relawannya untuk tidak takut jika ditantang bersaing di Pilpres 2019. Namun, sejumlah pihak memelintir pernyataan Jokowi. Pernyataan yang disampaikan oleh Jokowi pun dianggap tidak etis.

Melihat hal itu, Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie mengatakan, arahan yang disampaikan oleh Presiden Jokowi adalah baik. Dia mengajak para relawannya jangan hanya diam bila ada sesuatu hal yang mengancam.

"Jangan diartikan parsial, artinya jangan takut untuk bersuara," ujar Grace saat ditemui di DPP PSI kawasan Tanah Abang, Jakarta, Selasa (7/8).

Grace Natalie Sebut Pidato Jokowi Sebenarnya Bangunkan Silent Majority
Pidato Joko Widodo mendadak viral. Banyak pihak yang menilai arahan petahana pada para relawannya provokatif tindak kekerasan. (Reuters)

Mantan jurnalis itu mengungkapkan, salah satu kelompok yang ada di masyarakat yakni silent majority alias mayoritas yang diam. Menurut Grace, sebenarnya banyak orang yang pro terhadap toleransi.

Orang-orang dalam kelompok tersebut juga tidak mudah termakan hoax. Namun sayangnya, mereka yang kebanyakan itu lebih memilih diam tanpa berbuat sesuatu hal.

"Jadi, saya pikir konteksnya Pak Jokowi pada posisi itu (mengajak orang berani), bukannya berantem-berantem membuat keributan. Bukan itu esensinya," katanya.

"Agar kita mau menyuarakan yang benar. Jangan takut pada (kelompok) yang sepertinya mayoritas, padahal jumlahnya sedikit," tambahnya.

Oleh sebab itu, Jokowi dianggapnya tidak salah dalam hal ini. Grace menambahkan, apabila Jokowi sengaja menginginkan pendukungnya berkelahi, maka mantan Gubernur DKI Jakarta itu sendiri yang bakal terkena dampaknya.

"Jadi, kalau rusuh semuanya rugi," pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi memberikan pengarahan kepada relawannya di Pilpres 2019. Jokowi meminta relawannya berani bertindak apabila diajak berantem oleh pihak lain.

Arahan itu disampaikan saat Jokowi berbicara di Rapat Umum Relawan Jokowi, bertempat di SICC, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (4/8).

"Tidak usah suka mencela, tidak usah suka menjelekkan orang lain. Tapi kalau diajak berantem juga berani.‎ Tapi jangan ngajak lho. Saya bilang tadi, tolong digarisbawahi. Jangan ngajak. Kalau diajak, tidak boleh takut," kata Jokowi.

(ce1/gwn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up