JawaPos Radar

Akses Jembatan Cipamingkis Longsor, Mobil Memutar Lewat Jalan Rusak

07/08/2018, 12:10 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Akses Jembatan Cipamingkis Longsor, Mobil Memutar Lewat Jalan Rusak
Ruas jalan menuju Jembatan Cipamingkis di Cibarusah, Bekasi, Jawa Barat mengalami longsor sejak lima bulan lalu. (Yesika/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Ruas jalan menuju jembatan yang menghubungkan dua desa di Cibarusah, Bekasi, Jawa Barat mengalami longsor sejak lima bulan lalu. Kini, akses Jalan Raya Loji dari Cibarusah Kota menuju Sirnajati terhambat dan hanya bisa dilalui oleh sepeda motor.

Pantauan JawaPos.com di lokasi, Senin (6/8), kondisi jembatan yang berada di atas Kali Cipamingkis saat itu berdiri dengan sanggahan ruas jalan yang tinggal separuhnya. Pengendara motor bergantian melintas jalur yang juga tertutup tanah merah itu.

Akses Jembatan Cipamingkis Longsor, Mobil Memutar Lewat Jalan Rusak
Ruas jalan menuju Jembatan Cipamingkis di Cibarusah, Bekasi, Jawa Barat mengalami longsor sejak lima bulan lalu. (Yesika Dinta/ JawaPos.com)

Kendaraan roda empat harus memutar sejauh lebih dari lima kilometer. Jika waktu tempuh ke desa Sirnajati hanya tinggal 5 menit, menjadi sekitar 30 menit. Pengendara terpaksa berkeliling terlebih dahulu melewati Desa Ridomanah dan Ridogalih.

Jarak tersebut seharusnya tidak terlalu jauh, namun ruas jalan yang rusak parah cukup menghambat dan memperlambat laju kendaraan. Pengendara melintasi jalan cor rusak dengan sawah kering di sisi kanan dan kiri sepanjang jalan.

Memasuki lebih dalam kawasan desa, mulai terlihat permukiman warga yang sederhana. Rumah-rumah penduduk Ridomanah dan Ridogalih mayoritas terbuat dari kayu dan anyaman bambu. Meski begitu, mereka memiliki halaman yang luas dan pohon-pohon yang rindang.

JawaPos.com kembali sampai di Jembatan Cipamingkis, namun dari arah yang berseberangan dengan lokasi longsor. Ketika melintasi jembatan, pemandangan yang disuguhkan yaitu sebuah kali besar yang kering kerontang. Hanya tersisa air keruh berwarna putih kekuningan yang tentunya tidak layak digunakan.

“Ada jalan tiga bulan (pembangunan jembatan paska longsor). Ini pekerjaan lama karena pengeboran besi sedalam 15 meter. Ini paku bumi jadi biar nggak longsor lagi,” ujar Yanah, 34, warga yang tinggal 50 meter dari lokasi longsor.

Berdasarkan pengakuannya, jalan tersebut awalnya hanya mengalami retak lantaran banyaknya truk muatan yang melintas menuju Jonggol, Bogor. Retakan itu kemudian mengikis jalan hingga kemudian longsor terjadi.

Namun demikian, faktor pengrusak bukan cuma dari truk-truk yang nekat melintas, namun juga kelabilan tanah dan air hujan. Kali Cipamingkis yang kering saat kemarau pun bisa banjir di kala musim hujan tiba.

“Kalau tidak kemarau (Kali Cipamingkis) ini banjir. Kan penyebab longsor itu banjir dan tanahnya labil. Banjir kita ini kiriman dari Bogor, begitu di sana naik ya ngalir ke sini,” tuturnya.

Dia beserta warga lainnya berharap ruas jalan dapat kembali seperti semula. Dengan begitu, warga yang sehari-hari beraktivitas melewati Loji Cibarusah Kota tidak terganggu.

Sementara itu, salah satu pekerja proyek, Aman, 29, mengatakan, kendala berarti dalam konstruksinya adalah bahan material yang kerap terlambat sampai di lokasi. Tetapi dirinya meyakini, pekerjaanya akan rampung tidak lama lagi.

“Akhir bulan tapi nggak tahu juga deh. Ini sudah dicor dindingnya, besi sudah ditancap semua,” jelasnya pada kesempatan yang sama.

(yes/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up