JawaPos Radar

Bongkar Kasus Amin, KPK Periksa Saksi Secara 'Berjamaah'

07/08/2018, 11:39 WIB | Editor: Imam Solehudin
Juru Bicara KPK
Juru Bicara KPK, Febry Diansyah. KPK hari ini memeriksa sejumlah saksi terkait kasus suap yang menjerat Amin Santono, Anggota DPR RI Fraksi Demokrat. (Intan Piliang/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menelusuri kasus suap yang melilit tersangka yang merupakan Anggota Komisi XI DPR RI, Amin Santono (AMS) dan pihak Kemenkeu Yaya Purnomo. Tak tanggung-tanggung, sembilan nama muncul sebagai saksi dalam jadwal pemeriksaan hari ini.

Mereka adalah Staf Bagian Administrasi dan Umum Pemkab Labuhanbatu Utara, Ahmad Fuad; Direktur RSUD Pemkab Labuhanbatu Utara, Tengku Mestika; Wali Kota Dumai, Zulkifli.

Tak hanya itu, lembaga antikorupsi ini juga memanggil Kepala Dinas Kota Tasikmalaya, Cecep Zainal Kholis; Sekretaris Dinas Pemkot Tasikmalaya, Adang Mulyana; Sekretaris Wali Kota Tasikmalaya, Galuh Wijaya; Ajudan Wali Kota Tasikmalaya, Pepi Nurcahyadi.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyebut, mereka akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Yaya Purnomo. "Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk YP," ungkapnya pada awak media, Selasa (7/8).

Sedangkan untuk tersangka Amin, ada beberapa saksi yang akan menjalani pemeriksaan. Yakni Bupati Kampar, Aziz Zaenal dan seorang biro perjalanan wisata, Linda.

Sebelummya, Komisi Pemberantasan Korupsi resmi menetapkan Anggota DPR RI Fraksi Demokrat Amin Santoso sebagai tersangka kasus korupsi. Penetapan tersangka tersebut dilakukan setelah sembilan pihak yang ditangkap Jumat (4/5), selesai dilakukan pemeriksaan dalam waktu 1x24 jam.

Selain Amin, penyidik juga menetapkan beberapa pihak lainnya, di antaranya Kasie Pengembangan Pendanaan Kawasan Perumahan dan Pemukiman Ditjen Perimbangan Keuangan, Kemenkeu Yaya Purnomo, seorang pihak perantara atas nama Eka Kamaluddin, dan seorang kontraktor atas nama Ahmad Ghiast.

Kata Saut, ada dugaan penerimaan total Rp 500 juta merupakan bagian dari commitment fee, yang dijanjikan pihak kontraktor terkait dua proyek. Diduga penerimaan total Rp 500 juta merupakan bagian dari 7 persen commitment fee yang dijanjikan dari 2 proyek di Pemkab Sumedang senilai total sekltar Rp 25 millar (diduga commitment fee sekitar Rp 1,7 miliar).

Lebih lanjut, Saut menuturkan Amin menerima uang senilai Rp 400 juta dan Eka menerima uang senilai Rp 100 juta dari Ahmad Ghiast (AG) di lingkungan Pemkab Sumedang. Sumber dana diduga berasal dari para kontraktor di lingkungan Pemkab Sumedang. AG diduga berperan sebagai koordinator dan pengepul dana untuk memenuhi permintaan AMS.

(ce1/ipp/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up