JawaPos Radar

Kebakaran Renggut 6 Nyawa, Jasad Korban Ditemukan Sedang Berpelukan

Curiga Pelaku Geng Narkoba

07/08/2018, 10:27 WIB | Editor: Ilham Safutra
Kebakaran Renggut 6 Nyawa, Jasad Korban Ditemukan Sedang Berpelukan
Petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api saat terjadi kebakaran di Jalan Barukang, Lorong 166 A, Makassar, Senin dini hari (6/8). (IDHAM AMA/FAJAR/Jawa Pos Group)
Share this image

JawaPos.com - Kebakaran di Jalan Tinumbu, Kelurahan Pannampu, Tallo, Makassar, pada Senin (6/8) sekitar pukul 3.30 Wita membuat hati Amir jadi pilu. Betapa tidak, warga Kota Makassar kehilangan enam anggota keluarganya akibat si jago merah tersebut. Apalagi, salah seorang yang jadi korban tewas itu adalah Ahmad Fahri, anaknya.

Amir curiga ada unsur kesengajaan yang memicu si jago merah itu. Api kali pertama berasal dari meja dan gabus di luar pagar rumah mertuanya tersebut. Lalu, membesar, membakar kios jualan yang berada di dalam.

"Jadi, bukan karena korsleting," papar Amir saat ditemui di TKP kemarin (6/8).

Kebakaran Renggut 6 Nyawa, Jasad Korban Ditemukan Sedang Berpelukan
Petugas mengevakuasi korban kebakaran dini hari di Makassar, Senin (6/8). (IDHAM AMA/FAJAR/Jawa Pos Group)

Dia yakin meja dan gabus sengaja dibakar. Apalagi, beberapa jam sebelumnya, ada dua orang mencurigakan yang datang. Keduanya memakai satu sepeda motor. Mereka ingin bertemu Ahmad Fahri untuk menagih utang. Namun, dua orang itu kemudian pulang.

"Sekitar pukul 01.00 (dini hari), mereka datang dan membawa seperti senjata rakitan papporo," terangnya.

Sebelumnya, Sabtu malam (4/8), hal serupa terjadi. Puluhan orang bersepeda motor datang mencari Ahmad Fahri. Bahkan, anaknya itu sempat dikeroyok. Setelah kejadian itu, Fahri memilih menginap di rumah kakek dan neneknya.

Ternyata geng narkoba yang memburu Ahmad Fahri pantang menyerah. Meski sudah mengungsi ke rumah keluarga, Fahri tetap dicari. "Saat kebakaran, anakku itu (Ahmad Fahri) baru menginap dua hari di sana," tutur Amir.

Selain Ahmad Fahri, 24, kebakaran menewaskan Sanusi, 70, dan istrinya, Bondeng, 65, serta sang anak Musdalifa, 30. Juga, cucunya, Namira Ramadani, 20, dan Hijas yang baru berumur 2,5 tahun.

Saat api berkobar, Hijriana, menantu Amir, sempat menghubungi ponsel Namira Ramadani yang berada di dalam rumah. "Sempat tersambung, tetapi hanya suara minta tolong. Kemudian, sudah tidak ada suara lagi," tuturnya pilu.

Di rumah mertuanya itu, kata Amir, terdapat saudara ipar serta dua keponakannya, Namira dan Hijas. Namira sejak SMP hingga kuliah tinggal bersama neneknya karena orang tuanya berada di Jayapura.

"Sedangkan Hijas, sejak berusia 2 bulan, ibunya meninggal dunia dan bapaknya bekerja di Papua sehingga dirawat neneknya sendiri," jelasnya.

Setelah api yang meludeskan tiga rumah itu dapat dikuasai petugas Dinas Damkar Makassar, penyisiran dilakukan. Tiga korban tewas ditemukan di lantai 1. Dua di antaranya, yaitu Kakek Sanusi dan Namira, saling berpelukan di depan kamar mandi. "Kalau mayat Ahmad Fahri ditemukan di lantai 1 juga, tapi terpisah," ujar Fatma, 23, keluarga korban.

Tiga lainnya meninggal di dekat tangga lantai 2, juga dalam kondisi berpelukan. Yaitu, korban Nenek Bondeng dan Musdalifa serta Hijas.

Ketika api berkobar, sejumlah warga melihat sesosok pria yang awalnya diduga Ahmad Fahri. Melompat dari jendela saat api mulai berkobar. Namun, belakangan Ahmad Fahri ditemukan tewas.

Kapolrestabes Makassar Kombes Irwan Anwar mengatakan bahwa pihaknya belum bisa menyimpulkan penyebab kebakaran itu. Pihaknya untuk sementara mengusut dan tidak melewatkan sedikit pun informasi yang diperoleh.

"Sengaja atau tidak, sangat bergantung dari pemeriksaan apakah sumber apinya itu dari dalam atau luar rumah," katanya. 

(edy/ridwan/harifuddin/c10/ami)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up