JawaPos Radar

Theme Park Menyerupai Disneyland Milik Hary Tanoe Beroperasi 2022

07/08/2018, 09:53 WIB | Editor: Mochamad Nur
Theme Park Menyerupai Disneyland Milik Hary Tanoe Beroperasi 2022
Ilustrasi Theme Park jadi pusat rekreasi keluarga (Pixabay.com)
Share this image

JawaPos.com - Perusahaan properti milik konglomerat Hary Tanoesudibjo, PT MNC Land Tbk (KPIG) berencana memulai konstruksi awal (ground breaking) proyek theme park sekelas Disney Land di kawasan Lido Sukabumi pada awal tahun 2019 mendatang.

Direktur Utama MNC Land Hary Tanoe menjelaskan, Theme Park bernama MNC Lido Resort yang menyerupai Disneyland itu akan rampung pada 2022 mendatang dengan nilai investasi awal mencapai Rp 1 triliun.

“Infrastrukturnya kan pertama kali di demolish semua hotelnya dan golfnya kita rubuhkan landscapenya kita perbaiki infranya kita bangun sekarang dalam proses memasuki tahap konstruksi. Baru kemudian yang lain-lain lido juga demikian tahapan-tahapannya,” ujarnya di kantornya seperti diberitakan Selasa (7/8).

Theme Park Menyerupai Disneyland Milik Hary Tanoe Beroperasi 2022
Ilustrasi Theme Park jadi pusat rekreasi keluarga (Pixabay.com)

Sementara Wakil Direktur M Budi Rustanto mengatakan, design proyek tersebut telah rampung dan diharapkan dapat menjadi nilai tambah untuk destinasi wisata Indonesia, khususnya menambah devisa negara.

“Ini komitmen kita naikkan Lido. Ini akan jadi destinasi dunia. Meningkatkan devisa, mengurangi wisatawan Indonesia ke luar negeri. Karena itu akan menggantikan fungsi dari wahana terbaik di asia. Theme park kita ini designernya Disney Land. Konsultannya Disney. Nggak akan beda, tapi namanya aja beda. MNC Lido Resort. Pembangunan 2,5 tahun dan rampung 2022 awal,” tuturnya.

Direktur Keuangan Erwin R Andersen juga mengatakan, selain melaksanakan proyek pembangunan theme park tersebut, pada periode yang sama perseroan juga menargetkan untuk melakukan konstruksi proyek villa, residence serta lapangan golf yang berlokasi di Bali.

Proyek terbesar yang akan dirampungkan oleh perseroan salah satunya bangunan hotel dan kantor Park Hyatt yang berlokasi di Menteng Jakarta Pusat.

"Tahun depan itu banyak pengeluaran, tapi kalau tahun ini rencana anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) Rp 1,5 triliun sampai Rp 2 triliun total semua proyek," ujarnya.

Erwin menyebut, dengan dirampungkannya proyek milik MNC Land tersebut, perseroan memperkirakan untuk pertumbuhan pendapatan (revenue) pada tahun ini meningkat hingga 10 persen. Pada akhir 2017, pendapatan perseroan mencapai Rp 938,17 miliar.

"Kalau Park Hyatt ini selesai di bulan November maka akan batu ke revenue. Kemudian yang di Surabaya kami juga sudah grand opening ya apartemennya yang One East jadi kami bisa mengejar revnue dari itu," tandasnya.

(mys/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up