JawaPos Radar

Jika Jokowi Pilih Airlangga, Mesin Politik Golkar Diyakini Makin Solid

07/08/2018, 07:21 WIB | Editor: Yusuf Asyari
Jika Jokowi Pilih Airlangga, Mesin Politik Golkar Diyakini Makin Solid
Ketum Golkar Airlangga Hartarto (Hendra Eka/Jawa Pos)
Share this

JawaPos.com - Joko Widodo alias Jokowi belum memutuskan pendampingnya di Pilpres 2019 nanti. Jika memilih Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto sebagai cawapres, diyakini gerak politik kader Partai Golkar di seluruh Indonesia akan meningkat.

Ketua Fraksi Partai Golkar DPR Melchias Mekeng mengatakan, kader Golkar menginginkan Airlangga untuk menjadi cawapres Jokowi. Dia yakin, kebanggaan Partai Golkar tentu akan diaplikasikan penuh oleh kader melalui kemenangan di pemilu.

"Saya akan menjamin mesin politik akan bekerja sangat maksimal saat Pak Airlangga menjadi cawapres," kata Mekeng saat diskusi Partai Golkar, Evaluasi Hasil Pilkada Serentak, di Jakarta, Senin (6/8).

Ketua DPP Partai Golkar Bidang Inovasi Sosial Dito Ariotedjo menambahkan, kader siap membantu ketua umum untuk menjadi cawapres Jokowi, sekaligus memenangkan Partai Golkar dalam Pileg 2019 mendatang. Salah satu visinya adalah menggarap suara milenial.

"Barisan anak muda Golkar siap menyosialisasikan majunya ketua umum kepada kaum milenial di Indonesia," ujar Dito.

Sementara itu, pengamat politik UPH Emrus Sihombing menyatakan, Partai Golkar menjadi partai yang menjamin syarat 20 persen di DPR. Hal ini menjadikan Golkar sebagai partai terbesar kedua pada koalisi pendukung Jokowi. Jadi, Golkar harus dukung ketua umumnya agar menjadi cawapres Jokowi.

"Ketua umum (Golkar) harus disodorkan karena bisa mengangkat suara partainya. Harus kerja mengubah opini, melakukan kebijakan strategis. Partai Golkar harus fight," kata Emrus.

Di sisi lain, peneliti Perludem Heroik Pratama mengungkapkan, Partai Golkar sangat berpotensi untuk menambah suara. Dia memaparkan data dengan metode penghitungan Saint League di Pileg 2019 nanti.

"Terlebih sebagai partai besar, Golkar menjadi partai matang yang tetap harus diperhitungkan untuk kemenangan Pileg dan Pilpres 2019 mendatang," ujarnya.

(yuz/ce1/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up